harapanrakyat.com,- Seorang remaja putri bernama Pramita Himbar Dinata (13), harus mendapatkan penanganan medis setelah secara tidak sengaja menelan jarum pentul saat bersiap berangkat sekolah.
Peristiwa itu terjadi di sebuah pesantren di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (28/1/2026).
Kronologi Remaja Putri di Sumedang Tak Sengaja Menelan Jarum Pentul
Kejadian bermula ketika Pramita tengah mengenakan hijab sebelum berangkat ke sekolah. Saat itu, jarum yang ia gunakan sempat diletakkan di mulut. Namun, ketika berbincang dengan temannya, jarum tersebut tanpa ia sadari tertelan dan masuk ke tenggorokan.
Baca Juga: Puluhan Sekolah di Sumedang Masuk Program Revitalisasi 2026, Perbaikan Menyeluruh
“Lagi persiapan mau berangkat sekolah, waktu pasang hijab, jarumnya saya taruh di mulut. Terus ngobrol sama teman, tiba-tiba jarumnya ketelan,” kata Pramita saat ditemui di RSUD Umar Wirahadikusumah, Kamis (29/1/2026).
Siswi kelas III SMP itu sempat berusaha mengeluarkan jarum pentul dengan tangannya. Sayangnya, upaya tersebut tidak berhasil dan justru membuat jarum semakin masuk ke saluran pencernaan.
“Sempat mau ke ambil pakai tangan, cuman malah tambah masuk. Terus kata dokter sudah bawa saja ke rumah sakit,” tuturnya.
Atas saran tenaga medis, Pramita kemudian segera dibawa untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Awalnya, korban dibawa ke Puskesmas dan klinik terdekat.
Dirujuk ke IGD Rumah Sakit
Namun karena keterbatasan alat, jarum pentul tersebut tidak dapat dikeluarkan. Pramita akhirnya dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Umar Wirahadikusumah pada Rabu (28/1/2026), sekitar pukul 16.00 WIB.
Meski sempat merasa cemas, Pramita mengaku tidak merasakan nyeri yang berarti selama kejadian tersebut. “Perasaannya sempat deg degan, tapi nggak ngerasa sakit,” tambahnya.
Sementara itu, Humas RSUD Umar Wirahadikusumah, Iman Budiman mengatakan, pihak rumah sakit kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan. Termasuk observasi dan pemeriksaan radiologi.
Kondisi pasien terpantau stabil. Berdasarkan hasil rontgen, jarum pentul telah berpindah ke bagian bawah saluran pencernaan.
Baca Juga: Nyaris Celaka Akibat Hipotermia, Pendaki Remaja di Gunung Sagara Garut Berhasil Diselamatkan
“Tim medis memutuskan melakukan penanganan konservatif dengan pemberian obat untuk membantu memperlancar pencernaan. Harapannya, jarum pentul dapat keluar secara alami melalui buang air besar,” jelas Iman.
Sambil menunggu jarum keluar, kondisi Pramita terus dipantau. Setelah dinyatakan aman, Pramita diperbolehkan pulang ke rumahnya di Dusun Nyalindung, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh, pada Kamis (29/1/2026) sore.
Pihak rumah sakit mengimbau keluarga dan sekolah agar lebih waspada dalam penggunaan jarum pentul, khususnya di kalangan pelajar, guna mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 hour ago
3

















































