Sejumlah Sekolah di Banjaranyar Ciamis belum Tersentuh Program MBG, Kepsek Merasa Dianaktirikan

1 week ago 23

harapanrakyat.com,- Saat ribuan siswa di berbagai daerah tengah menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan Presiden, kondisi kontras terjadi di pelosok Kabupaten Ciamis. Puluhan siswa di wilayah Kecamatan Banjaranyar hingga kini dilaporkan belum tersentuh bantuan tersebut.

Kesenjangan distribusi ini mencuat setelah unggahan video di media sosial Facebook viral. Dalam video itu, sejumlah siswi SDN 5 Cikupa, Kecamatan Banjaranyar, secara polos mengaku belum pernah mendapatkan jatah makan siang gratis seperti sekolah lainnya.

Baca juga: Warga Temukan Mayat Bayi Baru Lahir Mengambang di Sungai Cigarunggang Kawali Ciamis

HarapanRakyat.com sempat berupaya menghubungi pihak sekolah SDN 5 Cikupa. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada respons resmi dari pihak sekolah mengenai polemik tersebut.

Korwil Pendidikan Benarkan Ada yang belum Tersentuh Program MBG

Dihubungi terpisah, Pegawai Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Banjaranyar, Apandi, membenarkan bahwa masih ada sekolah di wilayahnya yang terlupakan oleh program pemerintah itu.

“Betul, siswa di SDN 5 Cikupa memang belum tersentuh distribusi MBG sampai saat ini. Kami tidak tahu pasti apa kendalanya, apakah karena jumlah siswanya yang sedikit, hanya 33 orang, atau ada faktor lain,” ujar Apandi.

Padahal, menurut Apandi, sekolah-sekolah lain yang masih berada di lingkungan Desa Cikupa sudah lama menerima suplai makanan bergizi secara rutin. Kondisi serupa tidak hanya terjadi di tingkat SD. Apandi menyebutkan ada sekolah setingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Pasawahan yang bernasib sama. “Di Desa Pasawahan juga ada TK PGRI Al-Basith dan satu MI yang sama sekali belum tersentuh program ini,” tambahnya.

Keluhan serupa datang dari Kepala TK PGRI Al-Basith Pasawahan, Minah Sumiati. Ia merasa prihatin karena siswanya seolah terabaikan dari program pemerintah pusat ini. “Iya, belum ada sama sekali. Padahal sekolah lain di sekitar sini sudah kebagian semua. Apa mungkin karena siswa kami cuma 8 orang, jadi dianggap tidak penting?” keluh Minah dengan nada kecewa.

Minah merasa heran lantaran lokasi sekolahnya terbilang dekat dengan sekolah dasar yang sudah rutin menerima suplai makanan. Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak pengelola dapur sempat datang melakukan pendataan.

Baca juga: DPMPTSP Ciamis Optimis Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Investasi dan Ekonomi Lokal

“Dulu waktu survey dan pendataan dari pihak dapurnya sempat datang ke sini. Tapi anehnya, pas pendistribusian dimulai sampai sekarang, jatah untuk kami tidak pernah sampai. Nasib yang sama juga dialami MI Ciakar Ciawitali, mereka juga belum tersentuh sama sekali,” pungkasnya.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab tersendatnya bantuan di beberapa titik wilayah Banjaranyar tersebut. (Suherman/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |