Seni Ukir dengan Aksara Kuno Menjadi Kekayaan Sejarah Bangsa Indonesia

1 day ago 9

Seni ukir dengan aksara kuno merupakan perpaduan menarik dan indah antara ukiran visual sekaligus simbol tulisan zaman dahulu kala. Biasanya, seni ukiran ini kerap ditemukan di artefak zaman prasejarah. Bahkan hingga peninggalan Hindu-Budha dan Kerajaan Islam di Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Kaligrafi Islam, Jejak Seni Spiritual yang Mampu Melintasi Zaman

Sementara itu, ukiran ini menggabungkan motif alam, mitos, serta ajaran agama sehingga menjadi karya seni yang penuh makna. Aksara yang digunakan antara lain Pallawa, Jawa zaman Kuno, hingga bahasa Arab. Semua ini menjadi wujud kemampuan leluhur secara turun-temurun dan kaya nilai sejarah kebudayaan, kepercayaan, hingga identitas lokal.

Seni Ukir dengan Aksara Kuno, Ciri Khas dan Sejarah Perkembangannya

Ciri khas seni zaman dahulu kala ini biasanya memakai alat pahat dan juga palu. Lalu bahan dari kayu jati maupun batu. Untuk gayanya cukup beragam. Mulai dari geometris yang cukup sederhana hingga motif flora. Misalnya daun menjalar seperti terlihat pada ukiran Jepara. Bahkan hingga seni figuratif yang cukup kompleks lainnya.

Sementara itu, sejarah seni ukir sendiri sebenarnya sudah ada sejak zaman Neolitikum atau terkenal dengan Era Batu Muda. Pada zaman ini semua ukiran tampak sederhana pada kapak batu dan juga tempaan tanah liat. Di era ini menunjukkan pemahaman terkait bentuk geometris seperti garis dan segitiga.

Kemudian, perkembangan seni berlanjut ke zaman kerajaan. Di era ini seni berkembang pesat seperti pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan Majapahit dengan ukiran pada candi, relief menceritakan mitos, hingga berbentuk cekung maupun cembung cukup kompleks. Ukiran ini biasanya sering mendapat hiasan aksara kuno.

Kemudian, aksara kuno pada zaman kerajaan Islam terjadi akulturasi seni ukir yang memadukan motif alam dengan kaligrafi Arab. Biasanya terdapat pada bangunan di masjid dan juga keraton. Ini menjadi alat yang mampu mengekspresikan keagamaan sangat indah.

Bagian Penting dari Kebudayaan Jawa Kuno

Seni ukir dengan aksara merupakan bagian yang krusial dari kebudayaan di zaman Jawa kuno. Khususnya di era masa kejayaan Mataram Kuno dan juga Kerajaan Majapahit. Semua ukiran dan pahatan yang ada kala itu tidak hanya sekedar memiliki fungsi sebagai hiasan saja. Akan tetapi juga memiliki makna mendalam dengan filosofis dan agama.

Baca Juga: Museum of Speaking Skin, Pameran Seni untuk Perempuan Indonesia

Setiap motifnya yang terbentuk dari pahatan atau ukiran nantinya akan mencerminkan nilai kehidupan. Selain itu, aksara ini juga menjadi simbol kepercayaan. Bahkan keberadaan aksara kuno ini sekaligus mencerminkan hubungan manusia dengan alam ciptaaan Tuhan Yang Maha Esa.

Selain itu, di masa kejayaan Jawa kuno, seni ukir berguna untuk menghiasi candi dan patung, hingga benda-benda keramat lainnya. Misalnya, kita bisa melihat seperti di area Candi Borobudur dan juga Prambanan. Semuanya penuh dengan relief dan juga patung. Adanya relief tersebut sukses menggambarkan ajaran agama Buddha dan Hindu.

Motif-motif yang Kerap Ditemukan

Untuk motif-motif seni ukir dengan aksara kuno yang kerap ditemukan yakni termasuk flora, fauna, dan tokoh-tokoh mitologis. Adapun salah satu motif yang sangat populer yakni berbentuk bunga teratai. Ini merupakan simbol lambang kesucian dan pencerahan spiritual.

Setiap ukiran tersebut mempunyai simbol makna yang mendalam. Hal ini menegaskan bahwa seni ukir di zaman Jawa kuno tidak hanya menonjolkan estetika saja. Akan tetapi juga banyak menyampaikan pesan moral dan agama.

Penerapan seni ukir di era ini bahkan menyasar hingga berbagai benda. Sebagai contoh seperti perabotan rumah dan pintu. Tidak sedikit yang juga memanfaatkan ukiran kuno ini di jendela rumah guna memberikan identitas tersendiri pada bangunan Jawa.

Fungsi Seni Pahat Jawa Kuno

Selain menampilkan keindahan secara visual, seni ukir dengan aksara kuno juga berfungsi sebagai media komunikasi untuk masyarakat Jawa kala itu. Banyak sekali kisah rakyat, mitologi, sekaligus ajaran agama yang tersampaikan dengan baik lewat relief maupun ukiran dinding candi. Bahkan hingga bangunan-bangunan yang sangat penting lainnya.

Selain itu, ukiran ini juga menjadi layaknya buku terbuka yang bisa dibaca masyarakat luas. Kendati mereka kemungkinan tidak dapat membaca aksara kala itu. Hingga kini, seni pahat ini tetap eksis dan menjadi bagian penting dari identitas budaya Jawa. Kini, banyak sekali pengrajin tradisional yang giat melestarikan warisan leluhur tersebut meski teknologi modern sukses menggantikan proses pembuatannya.

Baca Juga: Kesenian Jurig Sarengseng Juara Pertama Kirab Budaya Janur di Kota Banjar

Kendati demikian, nilai-nilai yang ada di dalam seni ukir dengan aksara kuno tetap sama yakni menjaga harmonisasi antara Tuhan, manusia, dan alam semesta. Dengan mengenal seni ukir dan aksara kuno, kita bisa memahami bahwa kekayaan sejarah maupun spiritualitas bangsa di Indonesia akan terukir abadi. Tentunya dalam bentuk karya seni yang spektakuler, mulai dari ukiran batu kuno hingga kayu berhiaskan kaligrafi. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |