Solusi Sebelum TPA Sarimukti Penuh, Bandung Barat Siapkan 50 Titik Lokasi Pengolahan Sampah

10 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Menjelang batas masa pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang diprediksi habis Oktober 2026 nanti, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tak tinggal diam. Sebagai langkah jaga-jaga, pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyiapkan 50 titik pengolahan sampah yang tersebar, supaya tidak terus bergantung pada satu lokasi pembuangan saja.

Baca Juga: Malam Pertama Berujung Cerai: Istri di KBB Ungkap 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bandung Barat, Ibrahim Aji, menjelaskan persiapan ini dilakukan agar nanti tidak ada masalah penumpukan sampah. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk dapat bantuan peralatan pengolahan yang akan dipasang di titik-titik tersebut.

“Kami masih berunding dengan pihak provinsi. Katanya akan dikirim alat pengolah sampah, meski jenisnya belum jelas. Yang pasti, 50 lokasi untuk pengolahan sudah kami siapkan,” tuturnya, Selasa (9/6/2026).

Sampah dari Bandung Barat Masih Dibuang ke TPA Sarimukti

Setiap hari, Kabupaten Bandung Barat menghasilkan sekitar 700 ton sampah. Sekitar 200 ton di antaranya masih dibawa ke TPA Sarimukti, sedangkan sisanya dikelola sendiri oleh warga. Artinya, hampir sepertiga sampah Bandung Barat masih bergantung pada tempat pembuangan itu.

Apabila nanti setiap lokasi dilengkapi mesin yang bisa mengolah 5-10 ton sehari, maka totalnya bisa mencapai 250 sampai 500 ton per hari. Jumlah ini sudah melebihi kebutuhan yang selama ini dikirim ke Sarimukti.

“Kalau alatnya sudah beroperasi, Insyaallah masalah sampah di sini jadi lebih teratasi,” imbuh Ibrahim.

Selama ini, layanan angkutan sampah pemerintah baru bisa mencakup 10 dari 16 kecamatan. Kurangnya kendaraan menjadi kendala utama, sehingga warga di daerah lain harus mengelola sampahnya sendiri. Ada yang disetorkan ke bank sampah, diolah jadi pakan maggot, atau langsung dipakai sebagai pakan ternak.

Sementara itu, beban TPA Sarimukti makin berat. Kapasitas yang seharusnya 1.400 ton per hari sering dilebihi hingga 1.700 ton. Akibatnya, zona baru seluas 6,3 hektare itu dipastikan hanya sanggup bertahan sampai Oktober nanti.

Baca Juga: Fenomena Hilangnya Sungai Citarum KBB yang Berubah Jadi Hamparan Eceng Gondok

Karena itu, mengolah sampah sejak dari rumah menjadi hal yang sangat penting. Dengan adanya 50 titik ini, diharapkan jumlah sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti bisa jauh berkurang, sekaligus membiasakan warga mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan. (Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |