Target Pariwisata Indonesia 2026 dan Strategi Kemenpar Raih 17 Juta Wisatawan

11 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar), optimis menatap target pariwisata Indonesia 2026. Fokus pada kualitas dan pengalaman wisatawan menjadi kunci utama menyambut belasan juta turis.

Momentum ini diawali dengan penyambutan wisatawan mancanegara pertama yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta tepat pada tanggal 1 Januari 2026. Para turis tersebut merupakan penumpang maskapai All Nippon Airways (ANA) dengan nomor penerbangan NH835 yang berangkat dari Narita, Jepang.

Dalam acara tersebut, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa dan perwakilan InJourney Airports menyambut para tamu dengan pemberian bingkisan, serta sajian tarian tradisional yang memukau.

“Ini adalah tradisi tahunan. Kami harap penyambutan ini mampu membawa optimisme bahwa tahun 2026 pergerakan pariwisata semakin positif. Kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara terus meningkat,” ungkap Ni Luh Puspa saat di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis, 1 Januari 2026, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kemenpar, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga: Kebijakan Work From Anywhere dan Wisata Belanja, Cara Baru Dongkrak Ekonomi Saat Libur Nataru

Target Pariwisata Indonesia 2026 dan Strategi Keberlanjutan

Untuk tahun 2026, Kemenpar menetapkan target yang lebih tinggi dan ambisius. Pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16–17 juta. Serta pergerakan wisatawan nusantara menyentuh 1,1 miliar perjalanan.

Untuk mencapai sasaran tersebut, Kemenpar telah menyiapkan beberapa program strategis yang fokus pada kualitas dan keberlanjutan. Strategi ini menitikberatkan pada dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat. Kemudian strategi Experience-based Tourism, yaitu mengutamakan pengalaman unik yang wisatawan rasakan selama berkunjung.

Upaya untuk mencapai target pariwisata Indonesia tahun 2026, Kemenpar juga akan melakukan pengembangan sektor unggulan guna memperkuat desa wisata, wisata bahari, gastronomi, heritage, hingga wellness tourism. Termasuk fokus terhadap standar keselamatan guna meningkatkan jaminan keamanan dan kenyamanan di setiap destinasi.

Sinergi Ekosistem Transportasi dan Bandara

Penyambutan wisatawan perdana tidak hanya berlangsung di Jakarta, tetapi juga di pintu masuk utama lainnya, seperti Bali dan Kepulauan Riau. Berdasarkan laporan dari InJourney Airports, terdapat peningkatan signifikan pada pergerakan penumpang selama akhir tahun 2025.

Di Bandara Soekarno-Hatta sendiri, jumlah penumpang tumbuh sekitar 4 persen, atau mencapai hingga 3 juta orang. Pihak pengelola bandara menegaskan bahwa pelabuhan udara kini berfungsi sebagai bagian dari ekosistem pariwisata yang memberikan kesan pertama bagi wisatawan.

Oleh karena itu, pelayanan prima dan pengalaman pelanggan (customer experience) terus ditingkatkan guna memberikan kesan mendalam bagi setiap tamu yang datang ke tanah air. Sehingga diharapkan target pariwisata Indonesia tahun ini bisa tercapai.

Baca Juga: Dorong Mesin Ekonomi Baru, Kemenpar Perkuat Ekosistem Wisata Olahraga Nasional

Capaian Gemilang Sepanjang Tahun 2025

Sebelum menargetkan sektor pariwisata di tahun 2026, kinerja pariwisata pada tahun 2025 telah memberikan fondasi yang sangat kokoh. Sektor ini mencatatkan pertumbuhan di atas 10 persen dibandingkan tahun 2024.

Data menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Oktober 2025, kunjungan wisatawan internasional menembus angka 12 juta. Sementara perjalanan wisatawan domestik mencapai lebih dari 900 juta kali.

Angka-angka tersebut membuktikan bahwa kepercayaan masyarakat dunia terhadap destinasi wisata di Indonesia semakin pulih dan tangguh. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi erat antara Kemenpar dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |