Terjun Payung di Pangandaran Telan Korban Jiwa, Satu Atlet Hilang di Perairan Laut Bojongsalawe

2 days ago 14

harapanrakyat.com,- Lima atlet terjun payung mengalami insiden nahas saat mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Pangandaran, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.40 WIB di Perairan Laut Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi.

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, satu korban dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam, sementara satu korban lainnya masih dalam proses pencarian. “Tiga atlet lainnya berhasil selamat setelah melakukan pendaratan darurat di Pantai Bojongsalawe,” ungkapnya. 

Baca juga: Menelusuri Sejarah Cagar Alam Pangandaran yang Diproyeksikan Kolonial Jadi Replika Taman Nasional Yellowstone Amerika Serikat

Pencarian Atlet Terjun Payung yang Hilang di Pangandaran

Andri menjelaskan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud), TNI, dan tim kesehatan langsung bergerak ke lokasi untuk penanganan dan pencarian korban. Proses pencarian difokuskan di sekitar wilayah pantai dan perairan Bojongsalawe.

Pencarian korban terjun payung ini menghadapi tantangan karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Saat ini, gelombang laut cukup tinggi dan angin bertiup kencang, sehingga tim harus berhati-hati.

Kecelakaan bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB. Pesawat tersebut membawa lima atlet penerjun payung yang akan mengikuti Kejurda sekaligus BK Porprov Jawa Barat.

Saat berada di ketinggian sekitar 10 ribu kaki, terjadi perubahan arah angin yang signifikan. Perubahan mendadak ini menyebabkan kelima penerjun kehilangan kendali dan arah pendaratan yang telah ditentukan.

Baca juga: Libur Nataru 2026; Kunjungan ke Obwis Pangandaran Melonjak, Tembus 28 Ribu Wisatawan

Akibat insiden ini, sambungnya, tiga penerjun berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dalam kondisi selamat. Namun, dua penerjun lainnya jatuh ke perairan laut.

Satu korban yang berhasil dievakuasi bernama Rusli (64), warga Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Sayangnya, Rusli dinyatakan meninggal dunia saat tiba di Puskesmas Cijulang akibat tenggelam. “Sementara itu, korban yang masih dalam pencarian adalah Widiasih (58), berdomisili di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Tiga korban selamat masing-masing bernama Karni, Mustofa, dan Khuldori,” pungkasnya. (Ala/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |