Ternak sapi Simental menjadi opsi yang layak jadi pertimbangkan. Ini karena potensi ternak jenis sapi Simental dikenal cepat bertambah berat serta menghasilkan daging berkualitas premium. Tak heran jika usaha ternak tersebut memiliki banyak permintaan di pasar.
Baca Juga: Usaha Pakan Ternak Kambing yang Menguntungkan dengan Pasar Luas
Manajemen ternak sapi yang tepat membantu usaha berkembang menjadi sumber penghasilan menjanjikan. Selain penjualan daging sapi Simental, peternak juga bisa mengambil keuntungan dari limbah ternak. Jika memiliki strategi usaha yang tepat, ternak sederhana bisa berpotensi memberi keuntungan jangka panjang.
Peluang Usaha Ternak Sapi Simental
Industri peternakan sapi di Indonesia menawarkan peluang ekonomi yang stabil. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan bahwa produksi daging sapi lokal hanya sekitar 503.506 ton. Sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 700.000 ton per tahun.
Kondisi tersebut membuka kesempatan besar bagi peternak lokal untuk ikut mengisi kekurangan pasar. Permintaan daging berkualitas cenderung meningkat, terutama menjelang hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
Karakteristik dan Daya Tarik Sapi Simental
Sapi Simental berasal dari wilayah Eropa dan menampilkan ciri fisik yang mudah dikenali. Warna cokelat kemerahan berpadu corak putih pada wajah, kaki, serta bagian ekor. Postur tubuh besar dan berotot menandakan potensi produksi daging yang sangat tinggi.
Keunggulan sapi ini terletak pada bobot tubuh yang bisa melebihi jenis sapi potong lainnya. Persentase karkas tinggi membuat nilai jual per ekor menjadi lebih menguntungkan. Kemampuan mengolah pakan dengan efisien membantu menekan biaya pemeliharaan harian.
Selain sapi murni, banyak juga yang mengembangkan sapi hasil persilangan Simental di Indonesia. Contohnya, PT Nusa Sentosa Indonesia mengembangkan Sapi Simental Cross seperti “Seno” yang dapat mencapai bobot sekitar 800 kg. Hasilnya daging padat, rendah lemak dan bertekstur lembut.
Gambaran Modal Awal Usaha
Perencanaan keuangan menjadi langkah penting sebelum memulai usaha ternak sapi. Memulai dari skala kecil lebih baik agar risiko bisa terkendali. Selain itu, peternak juga memiliki ruang mempelajari manajemennya.
Baca Juga: Cara Ternak Ayam Dong Tao yang Memiliki Potensi Untung Besar
Modal awal umumnya untuk pembelian bibit, kandang, serta peralatan ternak dasar. Biaya operasional bulanan meliputi pakan, suplemen dan kebutuhan pendukung lainnya.
Besaran biaya dapat berbeda tergantung lokasi dan ketersediaan bahan pakan setempat. Survei harga sebelum memulai membantu membuat perhitungan anggaran lebih realistis. Usaha ini memerlukan komitmen dana hingga sapi mencapai bobot jual ideal.
Tahapan Penting dalam Beternak Sapi Simental
Kunci keberhasilan berawal dari bibit. Pilih pedet Simental berumur 1-1.5 tahun dengan berat minimal 200 kg. Ciri-ciri bibit sehat antara lain:
- Mata bersih dan cerah, tidak ada kotoran.
- Hidung lembap tanpa lendir berlebih.
- Bulu bersih dan halus, menutupi tubuh secara merata.
- Tubuh proporsional, tidak terlalu kurus, berdada lebar, dan kaki kuat.
- Lincah dan memiliki nafsu makan yang baik.
Cara Meningkatkan Keuntungan
Mencatat setiap kegiatan di kandang membantu evaluasi perkembangan ternak secara berkala. Data berat badan, pakan, serta kesehatan memudahkan peternak mengetahui kemajuannya. Peternak juga dapat mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik untuk menambah sumber penghasilan. Waktu penjualan sebaiknya disesuaikan dengan harga pasar yang sedang tinggi.
Baca Juga: Tata Cara Budidaya Ikan Wader, Pemula Bisnis Wajib Tahu!
Berdasarkan pembahasan di atas, ternak sapi Simental layak dipertimbangkan sebagai peluang usaha menjanjikan. Namun, keberhasilan dalam bisnis sapi Simental sangat bergantung pada manajemen ternak yang baik. Mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan hingga perawatan kesehatan. Konsistensi dalam pemeliharaan serta kesabaran selama proses budidaya menjadi kunci utama untuk memperoleh hasil memuaskan. (R10/HR-Online)

19 hours ago
10

















































