JAKARTA – Guna mengoptimalkan layanan pemasyarakatan dan pemenuhan Sarana dan Prasarana (Sarpras), Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto melakukan koordinasi strategis dengan Direktorat Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas) dan Bagian Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rabu (15/7). Langkah proaktif ini merupakan bentuk komitmen Bapas Purwokerto dalam memperluas serta mendekatkan jangkauan layanan pembimbingan dan pengawasan klien pemasyarakatan di wilayah kerjanya.
Dalam agenda koordinasi tersebut, dipaparkan pencapaian penting terkait serah terima pinjam pakai gedung milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga dan Pemkab Banjarnegara kepada Bapas Purwokerto. Gedung-gedung tersebut kini secara resmi dialihfungsikan sebagai Pos Bapas. Berkat sinergi lintas instansi yang berjalan sangat baik, pemenuhan kebutuhan dasar fasilitas baru ini—meliputi mebel, alat tulis kantor dasar, hingga akses kelistrikan dan air bersih—mendapat dukungan dan fasilitasi penuh dari pemerintah daerah setempat.
Kepala Bapas Purwokerto, Nasirudin, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah harus segera diimbangi dengan kesiapan infrastruktur digital dari pusat. “Dukungan luar biasa dari Pemkab Purbalingga dan Banjarnegara memotivasi kami untuk segera beroperasi memberikan pelayanan publik yang maksimal. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan asistensi teknis segera dari Ditjenpas untuk instalasi Sistem Database Pemasyarakatan (SDP). Hal ini krusial agar operasional pertukaran data dan pencatatan klien di Pos Bapas tetap berjalan lancar dan terintegrasi secara real-time, ” tegas Nasirudin.

Upaya jemput bola ini mendapat respons yang sangat positif dari jajaran pimpinan Ditjenpas. Direktur Bimkemas secara khusus menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Bapas Purwokerto dalam menggandeng pemerintah daerah. Beliau tidak hanya melihat fasilitas ini sebagai pos layanan sementara, melainkan memproyeksikan Pos Bapas di kedua kabupaten tersebut sebagai cikal bakal (embrio) yang kuat untuk diusulkan menjadi Bapas Mandiri ke depannya.
Komitmen dukungan dari pusat juga langsung diwujudkan secara nyata pada pertemuan tersebut. Bagian BMN Ditjenpas merespons kebutuhan kelengkapan kerja dengan memberikan dukungan langsung berupa proses transfer BMN. Bantuan berupa perangkat kerja laptop tersebut diserahkan untuk memastikan kelancaran administrasi dan operasional harian para petugas di Pos Bapas Purbalingga dan Pos Bapas Banjarnegara.
Menutup rangkaian koordinasi, jajaran Bapas Purwokerto juga menerima instruksi langsung dari Kasubdit Administrasi Pemeliharaan Kemasyarakatan. Arahan tersebut menekankan tenggat waktu yang cepat bagi operator Bapas Purwokerto untuk segera melakukan pembaruan (update) data alamat baru dari masing-masing Pos Bapas pada sistem basis data pusat, guna memastikan tertib administrasi serta validitas titik kordinat layanan hukum di tingkat nasional.(Humas Bapas Purwokerto)


















































