Tumbuhan Famili Lamiaceae dan Perannya dalam Ekologi dan Kehidupan Manusia

11 hours ago 7

Tumbuhan famili Lamiaceae merupakan salah satu kelompok tumbuhan berbunga terbesar dalam ordo Lamiales. Famili ini memiliki 236 genus dan lebih dari 7.000 spesies. Selain itu, makhluk hidup ini juga tersebar hampir di seluruh dunia. Melansir dari Flora of the World, banyak spesies dibudidayakan karena daun dari tumbuhan ini harum dan bunganya menarik.

Baca Juga: Bunga yang Tidak Pernah Layu dan Jadi Simbol Keabadian

Tumbuhan Famili Lamiaceae sebagai Famili Mint Terbesar di Dunia

Sebagian besar tumbuhan Lamiaceae adalah herba tahunan atau abadi. Batangnya berbentuk persegi, sedangkan daunnya berhadapan dan mengandung minyak atsiri. Bunganya berbentuk tabung dengan dua bibir dan kelopak lima lobus. Buahnya biasanya berupa biji kering, menjadikannya mudah diperbanyak.

Tanaman dari famili ini sangat penting bagi manusia. Tumbuhan ini bermanfaat untuk kuliner, aromaterapi, dan pengobatan tradisional. Merujuk dari Handbook of Herbs, minyak atsiri dari daun dan bunga bisa Anda manfaatkan untuk menambah aroma, rasa, serta khasiat obat.

Deskripsi Fisik Tumbuhan Lamiaceae

Tumbuhan Lamiaceae kebanyakan berukuran kecil hingga sedang. Beberapa berupa semak atau perdu berkayu. Batangnya berbentuk segi empat yang khas.

Baca Juga: Mengenal Jenis dan Karakteristik Bunga yang Mekar Malam Hari

Daunnya tunggal, tersusun berlawanan, dan aromanya harum karena mengandung minyak atsiri. Menurut Medicinal Plants of the World, aroma ini melindungi tanaman dari hama. Bunganya biasanya juga tersusun dalam kelompok dengan mahkota berbentuk tabung dan kelopak lonceng.

Buah dari tumbuhan ini berupa biji kering. Beberapa spesies yang mudah Anda budidayakan, contohnya thyme (Thymus vulgaris) dan rosemary (Salvia rosmarinus). Kedua tanaman ini populer di dapur Eropa sejak abad ke-16.

Genus dan Spesies Utama

Tumbuhan famili Lamiaceae terkenal karena aromanya yang tajam. Rosemary (Salvia rosmarinus) berasal dari Mediterania dan berguna sebagai rempah dapur. Lavender (Lavandula officinalis) terkenal dengan bunga biru-lavender yang harum, diteliti oleh Journal of Essential Oil Research pada 2019.

Kemangi (Ocimum basilicum) kemungkinan berasal dari India. Kini di seluruh dunia  banyak yang membudidayakan tanaman ini sebagai herba kuliner. Thyme liar (T. praecox) bisa kita temukan di Eurasia, tetapi dinaturalisasi di Amerika Utara bagian timur.

Oregano (Origanum vulgare) dan marjoram (O. majorana) berasal dari Eropa. Nepeta cataria, terkenal sebagai catnip, tumbuh hingga 1 meter dengan daun berbulu halus. Semua tanaman ini termasuk contoh penting dalam keluarga Lamiaceae.

Peran Kuliner dan Obat Tradisional

Tumbuhan Lamiaceae berperan penting dalam kuliner. Minyak atsiri dari daun dan bunga sering digunakan sebagai bumbu dapur. Kemangi, oregano, dan rosemary adalah contoh yang paling populer.

Selain kuliner, banyak spesies digunakan untuk obat tradisional. Betony (Stachys officinalis) dulunya dianggap obat mujarab. Prunella vulgaris populer sebagai tumbuhan penyembuh diri sendiri. Informasi ini bersumber dari Herbal Medicine: From the Heart of the Earth, 2020.

Lavender juga berguna untuk aromaterapi. Lavender menghasilkan linalool. Senyawa ini terstandarisasi dalam ISO 3515:2002. Khasiatnya menenangkan pikiran dan membantu tidur. Minyak sage dan thyme juga memiliki efek antimikroba. Semua manfaat ini membuat Lamiaceae sangat berharga bagi manusia.

Tanaman Hias dan Ornamental

Tumbuhan famili Lamiaceae juga populer sebagai tanaman hias. Lavender, dengan bunga ungu, menarik lebah dan kupu-kupu. Salvia microphylla menghasilkan bunga merah muda menarik, cocok untuk taman.

Nepeta atau catmint memiliki bunga ungu-biru dan dedaunan hijau keabu-abuan. Ajuga reptans ‘Black Scallop’ menjadi penutup tanah yang ideal untuk tempat teduh. Agastache beraroma wangi, sering ditanam di taman bergaya Mediterania.

Teucrium yang terkenal juga sebagai germander dapat Anda tanam sebagai pagar rendah berbunga. Prostanthera filicifolia yang merupakan semak mint Australia menghasilkan bunga merah muda keunguan. Semua tanaman ini menambah keindahan taman sekaligus aroma harum.

Konservasi dan Penyebaran Global

Tumbuhan famili Lamiaceae tersebar di hampir seluruh dunia. Banyak spesies asli Eurasia, seperti thyme, sage, dan lavender. Beberapa spesies tropis, misalnya Leonotis nepetifolia, ditemukan di Afrika dan telah dinaturalisasi di daerah tropis lain.

Phlomis tuberosa yang terkenal sebagai Sage Yerusalem, tumbuh hingga 2 meter. Tanaman ini dinaturalisasi di Amerika Utara. Nepeta cataria dan Ocimum basilicum telah menyebar ke berbagai belahan dunia karena nilai kuliner dan obatnya.

Famili Lamiaceae juga mendukung keanekaragaman hayati. Tanaman ini menarik serangga penyerbuk dan burung. Melansir dari Botanical Review, konservasi tanaman aromatik penting untuk menjaga ekosistem dan keberlanjutan sumber daya herbal.

Konservasi dan Penelitian Modern

Alih fungsi lahan rupanya mengancam banyak spesies. Penurunan populasi terjadi sejak 1950. Data tersebut rilis data IUCN Red List.

Namun, riset genetika berkembang pesat sejak 2000. Analisis DNA kloroplas banyak digunakan. Metode ini juga memperjelas hubungan evolusi.

Famili ini menjadi fokus bioprospeksi modern. Penelitian metabolit meningkat setelah 2010. Jurnal Phytochemistry bahkan mencatat tren tersebut.

Baca Juga: Pohon Tertua di Dunia yang Berusia Ribuan Tahun

Tumbuhan famili Lamiaceae merupakan kelompok tumbuhan besar dan beragam.  Famili Lamiaceae mencakup lebih dari 7.000 spesies dalam 236 genus tumbuhan. Spesies populer termasuk lavender, rosemary, kemangi, thyme, oregano, dan catnip. Banyak tumbuhan Lamiaceae memiliki minyak atsiri yang memberikan aroma, rasa, dan khasiat obat. Merujuk dari Flora of the World, keanekaragaman ini terus menjadi pembelajaran untuk pengembangan kuliner, obat herbal, dan taman hias modern. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |