Memasuki Januari 2026, wisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tampil dengan wajah baru yang lebih modern, namun tetap mempertahankan sisi liarnya. Sebagai destinasi yang kini resmi menyandang status Geopark Nasional, Ujung Kulon menjadi magnet bagi wisatawan yang mencari keseimbangan antara petualangan dan edukasi lingkungan.
Kabar gembira bagi pelancong dari Jakarta, karena awal 2026 ini perjalanan menuju gerbang Ujung Kulon (Kecamatan Sumur) menjadi jauh lebih singkat. Dengan progres Tol Serang-Panimbang yang sudah mencapai tahap akhir (Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles), sudah beroperasi penuh).
Waktu tempuh yang dulunya 5–6 jam, kini bisa dipangkas menjadi sekitar 3 jam saja. Ini menjadikan Ujung Kulon destinasi akhir pekan yang sangat feasible.
Wisata Lebih Eksklusif, Taman Nasional Ujung Kulon Perketat Zona Kunjungan
Demi melindungi habitat Badak Jawa pasca-evaluasi besar-besaran di akhir 2025, pihak Balai TNUK kini memperketat zona kunjungan.
Baca Juga: Tren Pariwisata Indonesia 2025/2026, Panduan Liburan Modern yang Wajib Dicoba!
Zona Inti Semenanjung: Area ini kini sepenuhnya tertutup untuk trekking umum guna menjamin ketenangan populasi Badak.
Fokus Wisata: Aktivitas dialihkan ke Pulau Peucang, Pulau Panaitan, dan Kepulauan Handeuleum. Kebijakan ini justru membuat pengalaman di Pulau Peucang terasa lebih eksklusif dan tenang, jauh dari kesan mass tourism.
Digitalisasi Booking dan Biometrik
Mulai tahun 2026, sistem masuk ke lokasi wisata Taman Nasional Ujung Kulon sudah terintegrasi penuh secara digital. Wisatawan wajib melakukan reservasi melalui portal Booking Online TNUK minimal 7 hari sebelum keberangkatan.
Menariknya, verifikasi di pelabuhan penyeberangan kini sudah mulai menerapkan sistem face recognition untuk memastikan validitas data Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi).
Rekomendasi Spot Hits 2026
Canoeing di Sungai Cigenter: Sensasi menyusuri sungai dengan kano di tengah hutan bakau yang kini semakin rimbun tetap menjadi aktivitas nomor satu bagi wisatawan.
Snorkeling di Legon Sumur: Spot baru di kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon yang mulai naik daun karena terumbu karangnya baru saja menjalani program restorasi besar di pertengahan 2025.
Trekking Gunung Honje: Bagi penyuka tantangan, jalur ini menjadi alternatif utama setelah penutupan jalur semenanjung. Menawarkan pandangan mata ke seluruh kawasan Taman Nasional Ujung Kulon dari ketinggian.
Tips Liburan di Awal 2026
Waspada musim barat, karena di awal Januari ini ombak cenderung tinggi. Selalu koordinasikan jadwal penyeberangan dengan kapten kapal dan pantau info BMKG.
Baca Juga: Eksplorasi Alam Liar di Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi Jawa Barat
Selain itu, sinyal di area Sumur masih fluktuatif meskipun digitalisasi meningkat. Pastikan Anda membawa uang tunai secukupnya untuk keperluan di desa nelayan.
Penting untuk diketahui bahwa Zero Waste atau peraturan denda sampah plastik kini diterapkan lebih tegas oleh petugas jagawana.
Kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon di tahun 2026 ini bukan lagi sekadar tempat ‘nyasar’ di hutan. Ini adalah destinasi High-Value, Low-Impact. Pastikan Anda menggunakan operator wisata (agen travel) yang memiliki sertifikasi izin usaha jasa lingkungan untuk kenyamanan ekstra. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

12 hours ago
8

















































