Aksi Kreatif Guru SD di Tasikmalaya, Edukasi Ekologi Lewat Nobar Film Pesta Babi

15 hours ago 13

harapanrakyat.com,- Guna menanamkan karakter cinta lingkungan sejak dini, seorang guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengajak para siswanya menonton film dokumenter Pesta Babi. Langkah inovatif ini untuk merespons rasa penasaran kritis siswa terhadap isu lingkungan hidup yang kerap melintas di media sosial mereka.

​Aksi edukatif tersebut diinisiasi oleh Ine Rahmatunnisa, seorang guru di SDN Pasirmalang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (15/6/2026). Kegiatan ini sekaligus momentum refleksi Hari Lingkungan Hidup 2026.

​Ine mengatakan, ide nonton bareng film dokumenter Pesta Babi ini bermula saat pembelajaran IPAS materi Produksi, Distribusi, dan Konsumsi yang menyinggung kelapa sawit sebagai komoditas utama Indonesia.

Baca Juga: MGI Ciamis Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Pameran Kreatif

Di tengah diskusi, para siswa melontarkan pertanyaan kritis mengenai film Pesta Babi yang sering mereka lihat di reels maupun For You Page (FYP) media sosial.

“Kami akhirnya sepakat melakukan refleksi Hari Lingkungan Hidup dengan menonton bersama film tersebut,” ungkap Ine kepada harapanrakyat.com, Senin (15/6/2026).

​Sebelum pemutaran film, Ine memberikan apersepsi mengenai kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia yang menopang ekonomi. Namun, ia menekankan pentingnya pendekatan ekosentrisme kepada siswa agar memandang alam bukan sekadar objek untuk dimanfaatkan, melainkan ruang untuk hidup berdampingan.

Guru SD di Tasikmalaya Edukasi Ekologi Lewat Film Pesta Babi

Baca Juga: Program Liburan Komprehensif MI Plus Daarul Huda Kota Banjar Dorong Kemandirian Anak

​Tak hanya menonton, para siswa juga diajak melakukan eksperimen konkret menggunakan dua wadah tanah. Satu wadah berisi tanah gersang dan satu lagi penuh tanaman berakar kuat. Saat air mengguyur, wadah tanah gersang langsung mengalami erosi. Sementara wadah yang ditumbuhi tanaman tetap kokoh.

​Simulasi itu memicu ingatan kritis siswa. Mereka langsung mengaitkannya dengan bencana ekologis yang belum lama ini terjadi di pulau lain.

“Siswa bertanya, apakah ini seperti yang terjadi di Sumatera dan Sulawesi kemarin. Benar sekali, saat hulu digunduli, hilir akan terkena dampaknya,” jelas Ine.

​Sebagai masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan Tasikmalaya, para siswa sadar akan potensi bencana longsor dan banjir. Dari sana, mereka belajar pentingnya menjaga alam layaknya perjuangan masyarakat adat yang digambarkan dalam film Pesta Babi.

Baca Juga: Peduli Lingkungan, Gen Hijau SMAN 2 Banjarsari Ciamis Tanam Pohon di Wilayah Rawan Banjir

​Ine berharap, pemahaman lingkungan hidup kembali ditekankan sejak bangku SD demi membentuk karakter generasi masa depan.

“Jika dahulu kita belajar Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) karena ada di kurikulum KTSP, maka hari ini siswa perlu menanamkan kesadaran itu lewat bentuk dan cara yang lain,” pungkasnya. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |