harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat ini memasuki tahap kedua pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP. Setelah tahap pertama selesai dilaksanakan dan hasilnya diumumkan, kini proses penerimaan siswa baru berlanjut melalui jalur domisili.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan menjelaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini dibagi menjadi dua tahapan. Tahap pertama mencakup jalur prestasi, afirmasi, serta perpindahan tugas orang tua atau mutasi yang telah selesai dilaksanakan dan diumumkan pada pekan lalu.
“Sekarang kami memasuki tahap kedua, yaitu penerimaan murid baru melalui jalur domisili,” kata Eka, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Ijazah Belum Terbit, Disdik Sumedang Pastikan SPMB Tetap Berjalan Lancar
Menurut Eka, penetapan kuota daya tampung setiap sekolah telah dilakukan lebih awal. Bahkan sudah dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan. Penentuan kapasitas penerimaan siswa didasarkan pada beberapa faktor. Di antaranya ketersediaan ruang kelas serta jumlah penduduk usia sekolah di wilayah masing-masing.
“Adapun dasar untuk penentuan kuota daya tampung secara keseluruhan dalam satuan pendidikan itu, yang pertama adalah dilihat dari ketersediaan ruang kelas. Kedua, dilihat dari jumlah penduduk di wilayah tersebut,” ujarnya.
SPMB 2026 di Sumedang Terbagi dalam Empat Jalur
Dalam pelaksanaannya, kuota penerimaan dibagi ke dalam empat jalur. Jalur domisili memperoleh alokasi minimal 50 persen dari total daya tampung. Sementara itu, jalur prestasi mendapatkan kuota 25 persen, jalur afirmasi 15 persen, dan jalur perpindahan atau mutasi sebesar 10 persen.
“Untuk daya tampung tersebut dibagi ke dalam empat jalur. Nah, ada untuk jalur domisili ini untuk kuota daya tampungnya adalah minimal 50 persen. Jalur prestasi 25 persen, dan sisanya ini ada jalur afirmasi 15 persen dan jalur perpindahan itu ada 10 persen. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring atau online,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi kendala selama proses pendaftaran, Disdik Sumedang telah melakukan pemetaan kesiapan di setiap satuan pendidikan. Berbagai langkah sosialisasi dan publikasi juga telah dilakukan agar informasi mengenai mekanisme pendaftaran online dapat diterima oleh masyarakat dan orang tua calon peserta didik.
Baca Juga: Wabup Sumedang Resmikan Aplikasi Digital untuk Dukung Percepatan Penanganan Stunting
Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sebagian orang tua siswa yang mengalami keterbatasan dalam penggunaan teknologi digital. Oleh karena itu, sekolah-sekolah diminta untuk memberikan pendampingan teknis kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan saat proses pendaftaran berlangsung.
“Kami akan membantu dan mengarahkan orang tua siswa yang masih mengalami kesulitan. Terutama dalam proses pendaftaran online melalui dukungan dari satuan pendidikan,” katanya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan kesempatan yang merata bagi seluruh anak usia sekolah untuk melanjutkan pendidikan sesuai jenjangnya.
Baca Juga: Warga Kelurahan Talun Sumedang Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Pawai Obor
“Imbauan kami kepada masyarakat, kami mengharapkan agar masyarakat untuk bisa mendaftarkan anaknya yang sesuai dengan jenjangnya melalui pendaftaran online, dengan jalur-jalur yang telah ditentukan. Apabila ada kendala permasalahan yang dihadapi selama proses pendaftaran, ini bisa dikomunikasikan yang pertama dengan panitia SPMB yang ada di satuan pendidikan masing-masing,” pungkasnya. (Aang/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

2 hours ago
8

















































