Sandy Tumiwa Hapus Foto Editan Tessa Kaunang yang Mengenakan Hijab

2 hours ago 7

Sandy Tumiwa hapus foto editan yang memperlihatkan sosok mantan istrinya, Tessa Kaunang, mengenakan hijab. Langkah ini Sandy ambil bersamaan dengan permohonan maaf terbuka yang ia sampaikan setelah Tessa meluapkan kemarahan besar di media sosial. 

Baca Juga: Panas! Ruben Sindir Giorgio Antonio Soal Fasilitas Rumah, Betrand Peto Beri Pesan Menohok

Tessa secara lugas menuduh mantan suaminya itu telah mencatut fotonya tanpa izin demi membangun narasi yang tidak berdasar. Unggahan yang sempat Sandy sebut sebagai “bentuk apresiasi” ini justru menuai kecaman hebat karena dianggap melampaui batas privasi.

Kronologi Sandy Tumiwa Hapus Foto dan Respon Tessa

Semuanya bermula ketika Sandy membagikan hasil manipulasi digital yang mengubah penampilan Tessa. Dalam editan tersebut, Tessa yang publik kenal sebagai penganut agama Kristen, justru tampak mengenakan atribut keagamaan Islam. 

Aksi ini seketika memancing amarah publik dan warganet. Tessa sendiri mengaku tidak pernah memberikan izin apa pun. Ia baru menyadari unggahan tersebut setelah banyaknya pengikut yang melaporkan tangkapan layar kepadanya.

Melalui Instagram Story, Tessa melayangkan kritik tajam. Ia mempertanyakan motif sebenarnya di balik pemilihan fotonya, “Kenapa muka mantan lain nggak kamu pasang?” tulisnya. 

Baca Juga: Arhan dan Inka Pamer Momen Romantis, Go Public dan Banjir Dukungan Netizen 

Bagi Tessa, tindakan tersebut adalah upaya “pansos” yang tidak etis. Ia menekankan bahwa mengubah citra seseorang tanpa persetujuan, apalagi menyangkut identitas religius, merupakan bentuk fitnah digital yang melukai kehormatan seseorang.

Sempat Membela DIri: Hanya Sebuah Apresiasi

Sebelum Sandy Tumiwa hapus foto tersebut, ia sempat memberikan pembelaan bahwa postingan itu hanyalah apresiasi. Namun, pernyataan tersebut justru semakin memicu sentimen negatif. Publik merasa alasan itu tidak menunjukkan empati sama sekali. Ada benturan prinsip di sini dimana Sandy merasa bebas berekspresi. Sementara Tessa berdiri tegak memperjuangkan hak atas privasi dan citra dirinya sendiri.

Setelah tekanan publik kian memuncak, Sandy Tumiwa hapus foto yang memicu kegaduhan tersebut dari akun Instagram-nya. Ia kemudian memberikan klarifikasi yang lebih serius dan mengakui bahwa tindakannya menggunakan citra orang lain tanpa izin merupakan kesalahan besar. Keputusan ini tepat, sebab secara hukum, tindakan tersebut berisiko melanggar UU ITE terkait pencemaran nama baik.

Pelajaran Penting untuk Menjaga Etika di Ruang Digital

Kasus ini menjadi cermin bagi kita semua tentang pentingnya menghargai hak privasi di media sosial. Mengedit wajah seseorang untuk kepentingan narasi tertentu, terutama yang berkaitan dengan keyakinan, adalah isu sensitif yang tidak bisa publik anggap remeh. Meskipun teknologi mempermudah kita melakukan perubahan digital, etika dan norma tetap harus menjadi batasan utama. Meminta izin sebelum mempublikasikan atau mengubah foto orang lain adalah sikap sopan santun yang penting kita cermati.

Baca Juga: Evan Marvino Menangis setelah Diterpa Tuduhan Serius Terkait Rumah Tangganya

Pada akhirnya, tindakan Sandy Tumiwa hapus foto setelah adanya kritik menunjukkan bahwa etika di dunia maya adalah tanggung jawab bersama. Semoga peristiwa ini menjadi pengingat agar setiap pengguna internet lebih bijak dan berhati-hati sebelum membagikan konten. Langkah Sandy Tumiwa hapus foto dan permintaan maafnya menutup kontroversi ini, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan privasi di era digital yang semakin terbuka. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |