harapanrakyat.com,- Suasana Alun-alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat tampak berbeda pada Selasa (28/7/2026). Ratusan mahasiswa berseragam almamater ungu memenuhi kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Pangandaran tersebut.
Bukan untuk menggelar aksi unjuk rasa, melainkan mengikuti pelepasan 570 mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Konservasi dan Budaya Periode II Tahun Akademik 2025/2026 di 10 kecamatan se-Kabupaten Pangandaran.
Pelepasan mahasiswa dilakukan langsung oleh Asisten Daerah (ASDA) III Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran, Aep Haris, S.Hut., M.M. Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan bahwa KKN merupakan fase pembelajaran yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Menurutnya, para mahasiswa akan dihadapkan langsung pada dinamika kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Datang ke Pangandaran, Mahasiswa ISBI Bandung Siap Angkat Potensi Budaya hingga Pariwisata Desa
Menurut Aep, selama berada di bangku kuliah mahasiswa terbiasa mempelajari teori dan menyelesaikan persoalan yang jawabannya telah tersedia. Namun, ketika berada di tengah masyarakat, mereka justru dituntut mampu mengenali persoalan, menggali akar permasalahan, hingga mencari solusi yang tepat.
“Di kampus kita belajar dari teori. Ketika turun ke masyarakat, persoalan harus dicari, dipahami, lalu dicarikan jalan keluarnya. Itulah kampus sesungguhnya yang akan dihadapi mahasiswa selama 40 hari ke depan,” kata Aep.
Ia meyakini pengalaman tersebut akan membentuk karakter mahasiswa menjadi lebih matang, memiliki kepekaan sosial, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di kehidupan nyata setelah menyelesaikan pendidikan.
Lebih lanjut, Aep menilai mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agent of change atau agen perubahan. Bekal pengetahuan, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital menjadi modal penting untuk membantu masyarakat, khususnya dalam mendorong pengembangan ekonomi desa.
Mahasiswa KKN di Pangandaran Harus Aktif Terlibat dalam Berbagai Kegiatan Kemasyarakatan
Menurutnya, hingga kini masih banyak pelaku UMKM yang menghasilkan produk berkualitas. Namun para pelaku UMKM ini belum mampu memasarkan produknya secara optimal melalui platform digital.
“Mahasiswa memiliki kemampuan yang mungkin belum dimiliki masyarakat, terutama dalam digital marketing, literasi digital, hingga promosi melalui media sosial. Ini menjadi peluang besar untuk membantu meningkatkan daya saing produk-produk unggulan desa,” katanya.
Selain mendampingi pelaku UMKM, mahasiswa juga diharapkan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Terlebih, pelaksanaan KKN bertepatan dengan momentum menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aep berharap keberadaan mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di desa-desa lokasi KKN.
“Kami menekankan bahwa mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas memiliki kompetensi yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing,” ucap Aep.
Mahasiswa pertanian misalnya, dapat memberikan pendampingan terkait peningkatan hasil produksi maupun teknologi budidaya. Sementara mahasiswa dari bidang pendidikan maupun disiplin ilmu lainnya dapat berkolaborasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Galuh, Dr. Hj. Jeti Rachmawati, Ir., M.P., mengatakan KKN merupakan salah satu sarana pembelajaran paling penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Menurutnya, teori yang dipelajari di kampus tentu akan memiliki tantangan berbeda ketika diterapkan di lapangan. Karena itu, mahasiswa harus mampu beradaptasi sekaligus belajar dari pengalaman masyarakat.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di kampus, tetapi juga belajar dari masyarakat. KKN menjadi wadah pembelajaran yang sangat penting untuk membentuk kompetensi, karakter, dan kepedulian sosial mahasiswa,” paparnya.
Mahasiswa Unigal Diharapkan Berinovasi
Melalui program KKN Konservasi dan Budaya Periode II ini, pihak universitas berharap mahasiswa mampu menghadirkan berbagai inovasi, memberikan pendampingan kepada masyarakat, sekaligus menjadi mitra dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat desa.
Jeti menambahkan, Kabupaten Pangandaran memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, hingga kelautan. Karena itu, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu meningkatkan nilai tambah produk para petani dan nelayan melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, serta pemasaran berbasis digital.
“Kami berharap keberadaan mahasiswa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik melalui inovasi, pendampingan, maupun pemberdayaan ekonomi lokal,” pungkasnya.
Sebanyak 570 mahasiswa peserta KKN Konservasi dan Budaya Periode II Universitas Galuh akan mengabdi selama kurang lebih 40 hari di berbagai desa yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Pangandaran.
Baca Juga: KKN Internasional BKS PTN Barat Hadir di Pangandaran, Perkuat Persatuan dan Jejaring Global
“Melalui program tersebut, kami berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar ruang kelas, tetapi juga mampu menjadi mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan desa yang lebih inovatif, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya. (Kiki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

5 hours ago
4

















































