BUVA Siapkan Right Issue Hingga 50 Miliar Saham Baru

14 hours ago 8

BUVA siapkan right issue menjadi isu yang menarik. Kabar right issue memberikan dampak positif. Kabarnya BUVA menyediakan saham baru dengan jumlah yang besar. Tidak tanggung-tanggung, kabarnya saham yang akan ditambahkan mencapai 50 miliar. Dengan right issue sebanyak itu, tentu saja ini menjadi pembahasan yang menarik.

Baca Juga: Dolar Hampir 17 Ribu, Purbaya Optimis Nilai Bisa Kembali Menguat

BUVA Siapkan Right Issue dalam Jumlah Besar

Emiten properti milik Happy Hapsoro PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mengungkapkan kabar mengejutkan. Rencananya mereka akan menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau right issue hingga 50 miliar lembar saham baru.

Tentu saja menetapkan right issue ini tidak sembarangan. Pastinya emiten sudah melakukan pertimbangan demi menambah modal agar lebih maksimal.

Jumlah right issue BUVA itu setara maksimum 203,11 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan. Saham baru tersebut akan BUVA terbitkan dari saham portepel dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Tujuan RIght Issue

Right issue sendiri merupakan istilah umum di dunia saham. Ini merupakan penawaran saham baru yang perusahaan berikan secara eksklusif kepada pemegang saham lama untuk membeli saham tambahan dengan harga diskon.

Dengan right issue, pemilik saham lama bisa mempertahankan proporsi kepemilikan. Tujuan right issue ii juga beragam, bisa untuk menambah modal perusahaan, menambah ekspansi, atau bisa juga membayar hutang.

Baca Juga: Saham PTRO Masuk MSCI Jadi Katalis Ganda Jelang Februari 2026

Corporate Secretary of BUVA, Rian Fachmi menjelaskan bahwa right issue kali ini bertujuan memperkuat struktur dari permodalan. Selain itu, right issue juga menjadi tambahan dana guna mendukung kinerja perseroan untuk kedepannya.

Seluruh dana hasil PMHMETD II setelah dikurangi biaya emisi akan perseroan gunakan untuk pengembangan usaha dan/atau pembayaran kewajiban dari perseroan juga anak usaha. Perseroan menegaskan bahwa pemegang saham yang tidak melaksanakan hak memesan efek lebih dulu akan berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga maksimal 67,01%.

BUVA siapkan right issue akan berlangsung setelah memperoleh persetujuan dari pemegang saham. Pelaksanaan PMHMETD II hanya sah setelah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Menurut jadwal, RUPSLB BUVA akan berlangsung pada 26 Februari 2026 mendatang. Ketentuan yang ada menyebut jangka waktu persetujuan RUPSLB dengan efektifnya pernyataan atas pendaftaran maksimal 12 bulan.

RUPSLB juga sah apabila hadir pemegang saham atau kuasanya yang mewakili setidaknya dua pertiga jumlah total saham atas hak suara. Keputusan juga sah apabila melebihi dua pertiga suara yang hadir dalam rapat menyetujui.

Per kuartal III-2025, BUVA memiliki total aset konsolidasian hingga Rp 2,04 triliun, tumbuh 22,82% dari periode yang sama di tahun 2024. Ekuitas melonjak 50,27% jadi Rp 1,45 triliun, sementara liabilitas turun menjadi 15,65% jadi Rp 584,34 miliar.

Baca Juga: Investor Asing Borong Saham BBRI Saat Pasar Saham Bergerak Positif

BUVA siapkan right issue tidak asal begitu saja. Keputusan BUVA menyiapkan right issue juga wajib melibatkan pemegang saham lainnya. Apabila pemegang saham lain setuju, maka right issue bisa segera berlangsung. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |