harapanrakyat.com,- Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian terus menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Ciamis, dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi yang difasilitasi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang Tahun Anggaran 2026, puluhan penyuluh pertanian, petani, hingga pengurus Brigade Pangan asal Kabupaten Ciamis mendapatkan kesempatan meningkatkan kompetensi dan keterampilan mereka.
Baca Juga: Hadiri Rakor Peningkatan Jaringan Irigasi, Solusi Hadapi Ancaman Kekeringan di Ciamis
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Ciamis. Terutama, untuk menciptakan SDM pertanian yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan sektor pertanian modern.
Salah satu program yang dilaksanakan adalah Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 19-21 Mei 2026. Kegiatan ini digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ciamis dan BPP Kecamatan Kawali, dengan melibatkan sebanyak 68 penyuluh pertanian ASN.
Pelaksanaan pelatihan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Kabupaten Ciamis. Pasalnya, di Provinsi Jawa Barat, program serupa hanya dilaksanakan di tiga daerah, yakni Kabupaten Ciamis, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cianjur. Bahkan, Kabupaten Ciamis menjadi daerah dengan jumlah kelas pelatihan terbanyak, yaitu dua kelas sekaligus.
SDM Pertanian Ciamis Digembleng Lewat Pelatihan
Kepala DPKP Ciamis, Ape Ruswandana menuturkan, bahwa dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan beragam materi yang berkaitan langsung dengan pembangunan sektor pertanian. Materi yang diberikan mencakup kebijakan pembangunan pertanian, peran strategis penyuluh dalam mendukung swasembada pangan. Kemudian, teknik pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), pengenalan Program Brigade Pangan, hingga administrasi kelompok tani.
Untuk memastikan materi dapat diterapkan secara efektif di lapangan, metode pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui penyampaian teori di kelas, tetapi juga praktik langsung di lapangan. “Kegiatan ini didampingi oleh fasilitator yang berasal dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), widyaiswara, serta praktisi pertanian yang memiliki pengalaman sesuai dengan kondisi pertanian di lapangan,” tuturnya, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga: Perkuat Cadangan Pangan, Ciamis Jadikan Panjalu Pusat Penangkaran Benih Sorgum
Selain pelatihan bagi penyuluh, BBPP Lembang juga menyelenggarakan Pelatihan Teknis Brigade Pangan yang berlangsung di BPP Kecamatan Lakbok. Kegiatan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pengurus Brigade Pangan dari Kecamatan Lakbok dan Kecamatan Pamarican.
Ia menjelaskan, bahwa Brigade Pangan merupakan kelembagaan usaha pertanian yang beranggotakan petani milenial, dan diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam pengembangan pertanian modern berbasis mekanisasi. “Kehadiran Brigade Pangan diharapkan mampu mempercepat peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target produksi pangan nasional,” harapnya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi penting. Mulai dari kebijakan pembangunan pertanian melalui Brigade Pangan, manajemen alat dan mesin pertanian (alsintan). “Kemudian juga, pengelolaan kelembagaan, administrasi kelompok, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing,” bebernya.
Sertifikasi Pertanian Organik Tunjukkan Hasil Positif
Upaya peningkatan kapasitas SDM pertanian juga dilakukan melalui program sertifikasi kompetensi. Sebanyak 14 petani dan pemandu pertanian organik asal Kabupaten Ciamis mengikuti Sertifikasi Kompetensi Pertanian Organik Level Fasilitator Organik Tanaman yang dilaksanakan di BBPP Lembang pada 19–21 Mei 2026.
Ia mengungkapkan, bahwa hasil sertifikasi menunjukkan capaian yang menggembirakan. Dari total 14 peserta yang mengikuti uji kompetensi, sebanyak 13 orang dinyatakan kompeten, sementara satu peserta lainnya dinyatakan belum kompeten.
“Tingkat kelulusan yang tinggi tersebut menjadi indikator positif atas kualitas SDM pertanian organik di Kabupaten Ciamis. Sekaligus menjadi modal penting dalam pengembangan sektor pertanian organik di masa mendatang,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, bahwa seluruh rangkaian kegiatan pelatihan dan sertifikasi tersebut didanai melalui DIPA BBPP Lembang Tahun Anggaran 2026. Dengan skema pendanaan tersebut, Pemkab Ciamis memperoleh manfaat besar, berupa peningkatan kapasitas SDM pertanian tanpa memberikan beban tambahan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca Juga: Penyuluh Senior Purna Tugas, Kepala DPKP Ciamis Tekankan Loyalitas Lapangan
“Melalui berbagai program penguatan kompetensi tersebut, Kabupaten Ciamis terus memperkuat fondasi pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan. Sekaligus menyiapkan SDM pertanian yang unggul, dan siap mendukung terwujudnya swasembada pangan di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya. (Fahmi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

2 hours ago
4

















































