harapanrakyat.com,- Kehadiran lalat hijau di lingkungan rumah sering menjadi sumber berbagai masalah kesehatan bagi masyarakat. Serangga bernama ilmiah Lucilia sericata ini memiliki ukuran tubuh lebih besar dari lalat biasa. Oleh karena itu, kita harus sangat mewaspadai kehadiran serangga metalik ini di sekitar makanan.
Siklus hidup serangga ini sangat bergantung pada kualitas sumber makanan serta kelembapan suhu udara. Bahkan, betina dewasa mampu menghasilkan ratusan telur hanya dalam satu kali proses menetas saja. Selanjutnya, telur tersebut akan berubah wujud menjadi belatung dalam waktu kurang dari satu hari.
Baca juga: Cara Menghilangkan Lalat di Rumah dengan Bahan Murah Meriah
Belatung tersebut pasti tumbuh sangat pesat dan melewati beberapa kali proses pergantian kulit perlahan. Kemudian, mereka berubah wujud menjadi kepompong sebelum menumbuhkan sepasang sayap yang menjadi sangat kuat. Proses perkembangbiakan yang cepat ini membuat populasi mereka sulit dikendalikan tanpa adanya penanganan tepat.
Serangga ini amat tertarik pada aroma fermentasi sayuran yang membusuk atau sudah terlalu matang. Meskipun demikian, mereka lebih sering ditemukan mengerumuni sisa daging serta bangkai berbau sangat menyengat. Lingkungan kotor merupakan habitat paling ideal bagi serangga ini untuk bertahan hidup serta berkembang.
Ancaman Kesehatan Akibat Serangan Lalat Hijau
Serangga menjijikkan ini sangat berpotensi menularkan berbagai patogen mematikan melalui tetesan air liur mereka. Air liur tersebut sering dikeluarkan saat mereka hinggap di atas makanan maupun tumpukan tumpah. Akibatnya, manusia dapat terjangkit penyakit kolera dan disentri yang sangat menyiksa sistem pencernaan penderita.
Selain itu, serangga pembawa penyakit menular ini sering menyebarkan bakteri perusak pemicu demam tifoid. Bakteri tersebut umumnya berasal dari tumpukan kotoran atau bangkai hewan busuk di luar rumah. Dengan demikian, mengonsumsi makanan yang terkontaminasi serangga akan memicu mual hingga kram perut parah.
Baca juga: Kupas Tuntas Fakta Unik Otak Serangga, Anatomi dan Tingkat Kecerdasannya
Lebih lanjut, larva kotor serangga ini juga dapat menyebabkan penyakit infeksi kulit pada manusia. Kondisi mengerikan ini terjadi apabila larva berkembang biak di dalam jaringan tubuh yang terluka. Oleh sebab itu, setiap luka terbuka wajib segera dibersihkan agar tidak dihinggapi serangga liar.
Cara Menjaga Kesehatan dengan Mencegah Datangnya Lalat
Langkah utama untuk mencegah datangnya hama adalah dengan rutin membuang sampah pada tempat tertutup. Kemudian, pastikan seluruh sajian makanan di meja selalu dilindungi menggunakan tudung saji yang rapat. Di samping itu, kamu bisa memasang kawat anti nyamuk pada ventilasi udara di rumah.
Baca juga: Menelusuri Jejak Evolusi Gegat, Sang Serangga Tertua di Bumi
Sebagai tambahan, pemanfaatan bahan alami seperti daun pandan amat ampuh untuk mengusir serangga terbang. Minyak serai wangi juga dapat disemprotkan secara merata agar udara menjadi lebih bersih segar. Aroma tajam dari tumbuhan herbal tersebut amat sangat dibenci oleh serangga pembawa patogen berbahaya.
Perlindungan maksimal dari dalam rumah terbukti sukses menurunkan risiko penyebaran kuman secara sangat drastis. Karenanya, tingkat kesadaran dalam menjaga kebersihan merupakan solusi terbaik untuk senantiasa melindungi anggota keluarga. Pada akhirnya, lingkungan bersih pasti membebaskan kita dari ancaman lalat hijau pengganggu kesehatan bersama. (Muhafid/R6-Online)

9 hours ago
8

















































