Hadits Tentang Menutup Aurat bagi Pemeluk Agama Islam

10 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Hadits tentang menutup aurat bagi umat muslim perlu dipahami sebagai panduan hidup. Pasalnya, menjaga kehormatan diri melalui penampilan yang sopan merupakan salah satu kewajiban dalam ajaran Islam

Allah SWT telah memberikan petunjuk yang sangat jelas mengenai batasan anggota tubuh yang wajib dilindungi dari pandangan orang-orang yang bukan mahram. 

Baca juga: Kewajiban Menutup Aurat Wanita, Syarat dan Hikmahnya

Mempelajari beragam hadits ini secara mendalam akan membantu setiap individu untuk memahami prinsip kesucian dalam berpakaian. Hal ini juga sesuai dengan tuntunan syariat yang luhur.

Secara bahasa, istilah ini memiliki makna sebagai sesuatu yang dirasa buruk atau menimbulkan rasa malu apabila sampai ditampakkan kepada orang lain secara sembarangan. 

Dalam sebuah riwayat dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah SAW melarang sesama pria atau sesama wanita untuk saling melihat bagian pribadi satu sama lain. Larangan ini dibuat demi menjaga harga diri.

Hal ini menunjukkan bahwa batasan tersebut bukan sekadar aturan berpakaian biasa. Namun, batasan itu merupakan instrumen penting untuk menjaga moralitas sosial di tengah kehidupan masyarakat.

Mengenai kaum pria, mayoritas ulama bersepakat bahwa batasan minimal yang harus ditutupi adalah bagian tubuh yang terletak di antara pusar hingga lutut. Meskipun batasannya terlihat lebih sedikit, seorang pria tetap dilarang berpakaian secara asal-asalan. Dia pun dilarang menggunakan kain yang terlalu tipis di wilayah syariat tersebut.

Baca juga: Cara Sholat Tidak Ada Mukena, Boleh Asal Aurat Tertutup

Rasulullah SAW bahkan pernah menegur Ma’mar secara langsung untuk menutup pahanya. Hal ini karena bagian tersebut merupakan bagian integral dari aurat laki-laki.

Sementara itu, batasan bagi wanita muslimah jauh lebih luas karena mencakup seluruh bagian tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Penjelasan ini merujuk pada sebuah peristiwa saat Nabi Muhammad SAW menegur Asma’ binti Abu Bakar. Ia bertamu dengan mengenakan pakaian transparan. Beliau segera berpaling seraya memberikan isyarat bahwa hanya muka dan telapak tangan saja yang layak tampak. Hal ini berlaku setelah seorang perempuan mengalami masa haid.

Hikmah dan Ancaman Bagi yang Mengabaikan

Menutup bagian tubuh yang rahasia bukan sekadar urusan gaya hidup, melainkan wujud ketaatan mutlak seorang hamba atas perintah Sang Pencipta. Rasulullah memperingatkan tentang golongan penduduk neraka yang berpakaian namun pada hakikatnya mereka tetap telanjang. Kelompok ini menampakkan lekuk tubuh melalui kain yang ketat.

Perilaku bergaya secara berlebihan serta mengabaikan perintah ini akan membuat seseorang terhalang untuk merasakan wanginya surga di akhirat kelak. Selain itu, fenomena wanita yang keluar rumah tanpa menutup diri dengan benar juga digambarkan sebagai kesempatan bagi setan untuk memperdaya pandangan para lelaki.

Ketika batasan tersebut dilanggar, maka potensi fitnah akan semakin meningkat dan berisiko merusak martabat serta kemuliaan diri wanita itu sendiri. Oleh karena itu, jilbab yang dikenakan seharusnya berfungsi sebagai pelindung fisik sekaligus identitas suci yang membedakan seorang muslimah yang terhormat.

Baca juga: Batas Aurat Laki-laki dan Penjelasannya dalam Islam

Selain aurat fisik, umat Islam juga sangat dianjurkan untuk menutup aurat maknawi yang berupa aib atau kekurangan akhlak sesama saudara seiman. Siapa pun yang bersedia menutupi rahasia atau kekurangan saudaranya di dunia, niscaya Allah SWT akan menutupi aib orang tersebut pada hari kiamat nanti. Sikap menjaga rahasia ini menjadi hal yang sangat terpuji apabila ditujukan untuk memberikan kesempatan bertobat bagi orang-orang yang pada dasarnya berkelakuan baik.

Kesadaran untuk selalu menjaga penampilan yang tertutup dan sopan harus tetap dihadirkan meskipun seseorang sedang berada dalam kondisi sendirian tanpa pengawasan manusia. Rasa malu kepada Allah SWT jauh lebih berhak untuk diprioritaskan dibandingkan sekadar rasa segan kepada sesama manusia yang mungkin melihat kita. Dengan senantiasa mengamalkan setiap hadits tentang menutup aurat, kita dapat membentuk pribadi yang memiliki martabat tinggi. Selain itu, kita juga ikut menjaga kelestarian akhlak mulia. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |