Demo di DPRD Ciamis Ricuh, Sejumlah PKL Terpaksa Tutup Lebih Awal

1 day ago 7

harapanrakyat.com,- Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di sekitar gedung DPRD Kabupaten Ciamis terpaksa tutup lapak lebih awal. Hal itu lantaran aksi demo di depan DPRD Ciamis berakhir ricuh, Sabtu (30/8/2025)

Seperti yang dilakukan oleh Ade Herdis (43) seorang penjual pecel lele yang terpaksa harus menutup lapak lebih awal. Menurutnya, aksi demo tersebut berlangsung ricuh karena massa melempar batu ke arah gedung DPRD Ciamis.

“Iya ada yang demo, massa aksi tadi datang sekitar pukul 17.30 WIB dan langsung melempari gedung DPRD, dan juga membakar sejumlah banner,” katanya. 

Ade menuturkan, ia terpaksa tutup lapak lantaran petugas menyemprotkan gas air mata untuk memukul mundur massa aksi. Gas air mata tersebut sempat membuat massa aksi bubar.

“Tidak lama kemudian datang polisi dengan perlengkapan yang lengkap. Karena mungkin massa aksi tidak kondusif lagi, petugas menembakan gas air mata, sehingga pada bubar,” tuturnya. 

Namun, lanjut Ade, semburan gas air mata juga membuat pembeli yang saat itu sedang makan di warungnya ikut membubarkan diri.

“Soalnya gasnya itu sampai ke sini, saat itu ada pembeli sekitar 4 orang sedang makan. Tapi bubar mereka juga ikut bubar karena mungkin perih dan pernapasannya langsung engap. Tapi mereka juga belum bayar,” ucapnya. 

Ade menyebut, dirinya dan pedagang lain di pinggir Gedung DPRD Ciamis ini tidak mengetahui bakal ada aksi demo. Ia hanya tahu aksi demo terjadi di Polres Ciamis, bukan di Gedung DPRD. 

“Saya buka warung itu biasanya pukul 16.00 WIB sore, saya tidak tahu akan ada demo, karena yang saya tahu itu aksi demo di Polres Ciamis bukan di Gedung DPRD,” ucapnya.

Baca Juga: Gedung Kantor DPRD Kota Banjar Dirusak oleh Puluhan Orang, Diduga Penyusup Aksi Demo Mahasiswa 

Demo Ricuh di Depan Gedung DPRD Ciamis

Sementara itu, Lingga seorang pedagang ayam goreng mengaku terpaksa menutup lapak dagangannya, karena adanya aksi demo. Bahkan, pegawainya juga sempat terkena gas air mata. 

“Kita tutup untuk malam ini, karena adanya demo. Barang-barang dagangan semaunya sudah dikemas. Kami juga tidak tahu akan adanya aksi demo, sehingga tadi kami memang berniat untuk jualan, tapi kenyataan kita terpaksa harus tutup, untuk antisipasi hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, demo yang bertujuan menuntut keadilan bagi ojol yang tewas dilindas mobil barakuda Brimob ini awalnya berlangsung damai. Namun, sejumlah massa aksi yang sebelumnya berunjuk rasa di depan Mako Polres Ciamis tiba-tiba langsung mendatangi gedung DPRD Ciamis. Mereka datang ke DPRD Ciamis dan langsung melempari gedung dewan tersebut.

Sejumlah pot tanaman yang berada di trotoar depan Gedung DPRD Ciamis juga tidak lepas dari sasaran, bahkan massa aksi membakar sejumlah banner di depan gerbang pintu masuk Gedung DPRD Ciamis. 

Tidak lama, petugas kepolisian Polres Ciamis dengan peralatan lengkap datang untuk memukul mundur massa aksi. Namun kedatangan petugas kepolisian membuat massa aksi sempat memanas dan terus melempari petugas. 

Sehingga, petugas menembakkan gas air mata terhadap kerumunan massa aksi. Hal tersebut membuat sejumlah massa berlari kocar-kacir untuk mengamankan diri. 

Baca Juga: Tak Larang Demonstrasi, Dedi Mulyadi Tidak Ingin Ada Tindakan Anarkis 

Setelah salat Magrib, massa aksi kembali melempari gedung DPRD Ciamis, sejumlah personil sigap dan tidak lama petugas kepolisian bersama sejumlah masyarakat Ciamis berhasil memukul mundur massa aksi. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |