DPRD Ciamis Berang! Pegawai Dapur MBG Diduga Intimidasi Orang Tua Usai Kritik Menu Balita

8 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menuai sorotan tajam. Ketua Komisi D DPRD Ciamis, Jaenal Arifin, mengecam keras tindakan oknum pegawai Dapur Mutiara, salah satu Dapur MBG di wilayah Baregbeg yang diduga melakukan intervensi dan intimidasi terhadap orang tua penerima manfaat.

Insiden ini bermula ketika salah satu orang tua balita di Kecamatan Baregbeg menyampaikan kritik terkait penyajian makanan yang tidak sesuai untuk konsumsi balita.

Bukannya menerima masukan untuk perbaikan, pihak pengelola dapur justru memberikan respons negatif yang tidak profesional.

Baca Juga: Komisi D DPRD Ciamis Ingatkan SPPG Dapur MBG Tidak Bermain Harga Kebutuhan Pokok

Kronologi Dugaan Pegawai Dapur MBG di Baregbeg Ciamis Lakukan Intimidasi

Berdasarkan laporan yang diterima DPRD Ciamis, pihak pengelola dapur MBG merasa tidak terima dengan aduan tersebut. Alih-alih mengevaluasi kualitas masakan, oknum pegawai tersebut justru melontarkan pernyataan yang menyudutkan.

“Saya menerima laporan langsung dari orang tua penerima MBG untuk balita di wilayah Kecamatan Baregbeg, karena penyajiannya makanan yang diberikan tidak sesuai,” ungkapnya, Rabu, (21/1/2026).

Lanjut Jaenal, dari aduan tersebut menyebutkan, makanan yang diberikan tidak sesuai. Sehingga orang tua penerima meminta pihak dapur MBG untuk memperbaiki menu karena untuk balita.

Namun, pihak SPPG malah tidak terima dengan aduan dari orang tua balita. Bahkan malah melakukan intervensi dan intimidasi dengan menyebutkan ‘terima saja, kalau anaknya tidak suka lebih baik makan sama orang tuanya’.

Karena kesal dengan kejadian tersebut, maka orang tua dari penerima manfaat memajang foto MBG yang ia terima lewat media sosial sebagai dasar agar kejadian serupa tidak terulang. Tapi malah mendapatkan perlawanan.

Baca Juga: DPRD Ciamis Soroti Dapur MBG di Baregbeg yang Bermasalah, Ribuan Siswa Terdampak

Jaenal menyebutkan, sikap pegawai dapur MBG seharusnya tidak begitu dan bisa menerima kritik, saran, serta masukan. Jangan ketika ada kesalahan malah melakukan perlawanan, artinya kritik tersebut agar kualitas lebih baik agar program MBG berjalan baik di Kabupaten Ciamis.

DPRD akan Panggil Pihak Pengelola Dapur MBG

Atas aduan tersebut, pihaknya akan mengambil langkah dengan memanggil pihak dapur agar kejadian serupa tidak terjadi. Karena intimidasi tidak dibenarkan dalam program MBG.

“Kalau ada kekurangan atau salah, lebih baik perbaiki, bukan malah melawan,” tandasnya.

Baca Juga: DPRD Ciamis Temukan Dapur MBG di Rajadesa Beroperasi Tanpa Ahli Gizi 

Sebab, sikap orang tua dengan memberikan masukan atau kritikan, tujuannya supaya penyajian makanan lebih baik. Sesuai peruntukan balita, PAUD, anak SD, SMP dan SMA.

Karena menurut Jaenal, percuma ada ahli gizi di setiap dapur kalau penyajian makanan tidak sesuai dengan penerima manfaat. Pastinya juru masak juga sudah tahu menu apa saja yang disajikan dari ahli gizi. Jadi jangan menyepelekan masalah menu.

“Jangan-jangan ahli gizinya tidak sesuai keahlian, sehingga tidak mengetahui menu untuk balita itu apa agar makanan bisa dimakan. Kejadian ini jangan sampai terulang,” pungkasnya. (es/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |