Edukasi RSUD Pandega Pangandaran, Mengenal Bahaya Penyakit Jantung Bawaan dan Pentingnya USG Saat Hamil

9 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Penyakit jantung bawaan (PBJ) masih menjadi ancaman “senyap” yang sering kali luput dari pengamatan orang tua, meski dampaknya bisa berujung fatal jika tidak segera ditangani. Dalam sebuah sesi edukasi yang berlangsung hangat di ruang tunggu poliklinik RSUD Pandega Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis (5/2/2026), dr. Nalagafiar Puratmaja, Sp.JP, mengupas tuntas urgensi kewaspadaan terhadap kelainan ini.

Baca Juga: Waspada Super Flu, RSUD Pandega Pangandaran Ajak Masyarakat Jaga Kesehatan dan Tak Anggap Remeh

Sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, ia menekankan bahwa PJB bukanlah penyakit yang datang tiba-tiba. Melainkan gangguan pembentukan struktur jantung yang terjadi saat janin masih berkembang di rahim.

Gejala Penyakit Jantung Bawaan

dr Nalagafiar menjelaskan, bahwa manifestasi PJB sangat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan gangguannya. Beberapa kasus yang paling sering ditemui di lapangan meliputi adanya lubang pada sekat pembatas jantung. Kemudian, penyempitan pada katup atau pembuluh darah utama, dan kelainan posisi pembuluh darah besar yang mengganggu sirkulasi oksigen.

Gejalanya pun kerap menyerupai kelelahan biasa, sehingga orang tua perlu lebih jeli. “Penderita mungkin mengalami sesak napas, pertumbuhan fisik yang terhambat, hingga tanda yang lebih mencolok seperti warna kebiruan pada bibir dan ujung jari,” paparnya, dikutip dari laman Instagram RSUD Pandega, Sabtu (7/2/2026).

Namun, ia juga memberikan catatan penting bahwa pada kasus ringan, gejala ini bisa bersembunyi selama bertahun-tahun, dan baru terdeteksi saat anak tumbuh dewasa.

Baca Juga: Tanpa Diskriminasi BPJS, Pasien Ibu Hamil Apresiasi Klinik Kandungan RSUD Pandega

Harapan bagi penderita penyakit jantung bawaan kini jauh lebih besar berkat kemajuan teknologi medis. dr Nalagafiar menegaskan, bahwa deteksi sebenarnya sudah bisa dilakukan. Bahkan sebelum bayi lahir pun bisa yaitu melalui pemeriksaan antenatal yang rutin, termasuk penggunaan ultrasonografi (USG).

“Tidak semua penyakit jantung bawaan harus berakhir di meja operasi,” tegas dr Nalagafiar.

Beberapa pasien mungkin hanya memerlukan pemantauan berkala atau terapi obat-obatan tertentu. Kuncinya terletak pada diagnosis yang tepat dan penanganan yang cepat. Dengan manajemen medis yang sesuai, penderita penyakit jantung bawaan memiliki peluang besar untuk menjalani hidup yang normal dan optimal.

Langkah Preventif bagi Ibu Hamil

Sebagai penutup edukasinya, dr Nalagafiar memberikan pesan kuat bagi para ibu hamil untuk meminimalisir risiko. Langkah pencegahan yang disarankan meliputi pemeriksaan kehamilan secara rutin, yaitu dengan memantau perkembangan janin secara konsisten. Kemudian, pola hidup sehat dengan menjaga asupan nutrisi dan kebugaran. Dan terakhir menghindari infeksi, menjauhi paparan zat kimia berbahaya, serta tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa pengawasan dokter.

Baca Juga: Deteksi Dini Selamatkan Nyawa, RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Bahaya Kanker Payudara

Peningkatan kesadaran masyarakat diharapkan menjadi benteng pertama dalam menurunkan angka komplikasi penyakit jantung bawaan di Indonesia, memastikan setiap detak jantung anak bangsa tumbuh dengan kuat sejak awal. (Adi/R5/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |