Fakta Menarik Seputar Sejarah Candi Dwarawati di Dataran Tinggi Dieng

1 day ago 14

harapanrakyat.com,- Topik sejarah candi dwarawati selalu menarik untuk kita pelajari sebagai bagian dari sejarah Indonesia. Pada awalnya, situs suci ini ditemukan oleh para peneliti Belanda pada masa penjajahan silam. Oleh karena itu, kita perlu mengupas tuntas fakta menarik seputar peninggalan masa lampau tersebut.

Baca juga: Sejarah Candi Semar Banjarnegara yang Ditemukan Tentara Belanda Tahun 1814

Secara geografis, letak situs budaya kuno ini sangat tersembunyi di tengah hamparan ladang kentang penduduk setempat. Anda bisa menemukannya di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, posisinya menyendiri di lereng Gunung Prau pada ketinggian sekitar dua ribu meter.

Asal Usul dan Sejarah Berdirinya Candi Dwarawati

Selanjutnya, ahli arkeologi memperkirakan tempat pemujaan ini mulai dibangun pada sekitar abad kedelapan atau kesembilan Masehi. Proses pembangunan tempat suci umat Hindu beraliran Syiwa ini terjadi secara bertahap pada masa kejayaan Kerajaan Mataram Kuno.

Faktanya, penamaan bangunan kuno ini secara spesifik mengambil rujukan langsung dari nama ibu kota Kerajaan Dwarata di daratan India. Kerajaan megah tersebut sangat terkenal di dalam lembaran kisah epik Mahabharata sebagai tempat tinggal utama dari Dewa Kresna.

Baca juga: Sejarah Candi Sembadra di Dataran Dieng Banjarnegara, Bangunan Kuno Aliran Hindu Syiwa

Lebih lanjut, candi yang terletak menyendiri di wilayah Jawa Tengah ini pada mulanya sama sekali tidak berdiri sendirian. Kawasan asri ini dulunya memiliki tiga buah bangunan pendamping utama yaitu Candi Pandu, Candi Margasari, dan Candi Parikesit.

Sayangnya, ketiga peninggalan bersejarah tersebut kini sudah hancur lebur dan hanya menyisakan tumpukan batu yang tak beraturan. Akibatnya, hanya satu bangunan pemujaan saja yang masih berhasil dipertahankan berdiri kokoh hingga saat ini.

Keunikan Arsitektur dan Relief Candi Dwarawati

Di samping itu, struktur fisik bangunan kuno ini nyatanya memiliki rancangan denah bujur sangkar yang terbilang cukup sederhana. Rincian ukurannya memiliki panjang sekitar lima meter dengan lebar empat meter serta menjulang setinggi enam meter.

Bahkan, sekilas corak arsitektur peninggalan purbakala ini terlihat sangat mirip dengan bentuk fisik Candi Gatotkaca di kawasan percandian Dieng. Kemudian, bagian atas atapnya melengkung indah dengan bingkai berhiaskan ukiran kepala orang pada beberapa sisinya.

Baca juga: Fakta Menarik di Balik Sejarah Candi Puntadewa Dieng Banjarnegara

Sementara itu, area pertengahan dinding luar bangunan memiliki relung-relung menjorok khusus untuk meletakkan deretan arca pemujaan. Pada masa lalu, relung suci ini berisi patung Dewi Durga, resi Agastya, serta patung dewa Ganesha yang sangat dihormati.

Akan tetapi, seluruh arca yang sangat berharga tersebut kini telah dipindahkan secara aman ke dalam ruangan Museum Kailasa Dieng. Tindakan pemindahan ini murni bertujuan untuk menjaga kelestarian peninggalan sejarah dari ancaman kerusakan maupun pencurian benda purbakala.

Para pengunjung bebas datang untuk melihat langsung sisa sejarah Candi Dwarawati setiap harinya. Selain itu, Anda hanya perlu membayar tiket masuk untuk menikmati peninggalan kerajaan ini. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |