HAS Pictures Somasi Ratu Sofya Terkait Dugaan Penolakan Promosi Film Dosa Penebusan 

18 hours ago 14

Kabar rumah produksi HAS Pictures somasi Ratu Sofya sukses menggegerkan jagat maya pada 22 Mei 2026. Aksi ini diduga terkait adanya penolakan aktivitas promosi film Dosa Penebusan oleh sang aktris. Upaya hukum ini mereka lakukan karena sikap Ratu mereka nilai merugikan perusahaan. Pasalnya, film bergenre horor misteri tersebut rencananya akan segera menyapa bioskop pada 11 Juni 2026 mendatang.

Baca Juga: Pesan Wanda Hamidah untuk Anak Saat Kuliah di Jepang Jadi Sorotan

“Ada masalah soal film kita yang bakalan rilis yaitu Dosa Penebusan atau Pengampunan. Salah satu pemeran utama dari film ini, tidak mengikuti kegiatan promo dan itu sangat jelas merugikan kita sebagai pihak PH,” ucap Reza Aditya mewakili HAS Pictures dalam sebuah konferensi pers.

Pihak produser sangat kecewa dan menyayangkan sikap kekasih Cornelio Sunny tersebut yang cukup mendadak ini. Perusahaan menilai pemeran sinetron Dari Jendela SMP itu tidak kooperatif selama proses pra produksi hingga ambil gambar selesai. Manajemen menegaskan bahwa situasi syuting film sangat kondusif tanpa keluhan resmi dari sang aktris maupun manajemennya.

“Tapi sebelumnya saya ingin menjelaskan dahulu. Jadi, RS ini tidak ikut promo karena bilang kurang nyaman dengan film ini. Padahal sebelumnya, saudari RS dari awal casting, reading, hingga proses syuting, dia fun dan nyaman. Tidak nampak keresahan dan komplain ke kita,” tambahnya.

Adegan Dewasa Diduga Jadi Penyebab Utama

Sebelum kabar HAS Pictures somasi Ratu Sofya berhembus, sang aktris memang mengaku tidak nyaman karena ada adegan dewasa di dalamnya. Reza Aditya sendiri juga membenarkan memang ada unsur adegan seks dalam film tersebut. Namun, ia membantah bahwa hal itu bertujuan mengeksploitasi pornografi. 

“Nah, RS ini lempar isu kalau ada adegan sex di film kita. Memang iya benar, tapi kita juga tidak mengekspos itu karena bukan hanya sekadar adegan seks yang kita ingin tampilkan di film,” tegas Reza Aditya.

Baca Juga: Paula Verhoeven Pamer KTP Baru, Begini Alasannya

“Adegan ini ada filosofinya, jadi ada ceritanya. Bukan hanya kita ngejual, ‘Oh, ini ada adegan sex jadi kita jualan, nggak gitu lah”. Kita bikinnya masih ikut batas-batas dan kita tentu tahu batasnya, tidak vulgar atau mengarah ke pornografi,” lanjutnya. 

Kronologi Konflik Hingga Muncul Somasi

Persoalan ini sebenarnya mulai mencuat ke publik usai Ratu Sofya hadir di sebuah podcast belum lama ini. Podcast tersebut viral dan memicu reaksi panas warganet. Aktris berdarah Aceh kelahiran 15 April 2004 ini awalnya bercerita pengalaman syuting soal tidak adanya body double dalam adegan seks. 

Padahal menurut Reza, fakta di lapangan tidak seperti itu. Mereka bahkan mengaku sudah menawarkan adanya pemeran pengganti. Oleh sebab itu, Reza sangat bingung mengapa ucapan sang artis tidak sinkron dengan kejadian sebenarnya. Bahkan, nama Cornelio Sunny pun ikut terseret karena dinilai memberikan pengaruh negatif pada kekasihnya tersebut. 

“Podcast RS viral bahwa ia menyebut tidak nyaman karena tidak ada body double gitu. Jelas sangat bertentangan dengan fakta di lokasi. Itu bener-bener bikin kita bingung, ‘Kok begitu kamu Dek?’ Kok ngomongnya sangat beda ya? Di lokasi syuting pun berbeda. Ini terjadi setelah menjalin hubungan sama yang ya seseorang itulah (Cornelio)” kata Reza Aditya lagi.

Baca Juga: Nikita Mirzani Jalani Pemulihan Setelah Operasi, Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Terbaru

Kini, pihak HAS Pictures somasi Ratu Sofya dan mereka menuntut sang aktris segera ikut promosi sesuai jadwal. Namun, jika Ratu masih tetap abai, maka mereka siap membawa ke jalur pidana. Sekedar informasi, sebelum konflik HAS Pictures somasi Ratu Sofya ini memuncak, artis cantik ini sempat mengunggah sebuah video emosional pada bulan Januari lalu. Intinya soal tekanan keuangan keluarga sehingga ia terpaksa tanda tangan kontrak film Dosa Penebusan. Video itu viral dan kini justru jadi bumerang karena berimbas ke film yang akan tayang Juni nanti tersebut. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |