harapanrakyat.com,- Momentum pelepasan kontingen Posmad/Porseni 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Pangandaran, diwarnai aksi menarik dari seorang pelajar. Rihan Juliansah (17), siswa kelas XII MAN 1 Pangandaran, berinisiatif melukis sosok Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, dan Wakil Bupati Ino Darsono secara mendadak di lokasi acara.
Pelajar asal Dusun Cibodas, Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang ini memanfaatkan kanvas dan pensilnya di tengah riuk pikuk kegiatan pelepasan kontingen pada Jumat (21/8/2026). Lukisan berkonsep abstrak tersebut dibuat secara mandiri, tanpa dorongan maupun instruksi dari pihak sekolah.
Awalnya, Rihan menyiapkan lukisan ini sebagai kejutan untuk orang nomor satu di Pangandaran. Sekaligus bentuk apresiasi kepada para guru yang membimbingnya.
Baca Juga: Bukan Cuma Madasari, Bupati Pangandaran Ungkap Banyak Tanah Harim Laut Bermasalah
Namun, niat memberikan kejutan sempat tertunda. Karena Bupati Citra telah meninggalkan lokasi saat lukisan tersebut rampung diselesaikan.
Bupati Citra Apresiasi Karya Siswa MAN 1 Pangandaran
Tak hilang akal, Rihan didampingi Ketua Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Kabupaten Pangandaran, Dede Zaenal Arifin, mendatangi langsung Kantor Bupati Pangandaran.
Niat tulus pelajar tersebut membuahkan hasil manis setelah Bupati menerima langsung karya abstraknya, dan mengapresiasi keberanian serta bakat sang siswa.
Baca Juga: Peringati 20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ratusan Siswa SMA Ikuti Simulasi Mitigasi Bencana
Ketua PGMI Pangandaran, Dede Zaenal Arifin, membenarkan bahwa aksi siswanya tersebut murni lahir dari dorongan pribadi. Menurutnya, motivasi melukis muncul spontan dari dalam diri Rihan tanpa ada arahan dari guru.
“Rihan ingin melukis dan hasil karyanya diberikan tanpa disuruh oleh siapapun. Itu memang murni kemauan dan inisiatifnya sendiri,” kata Dede.
Menurutnya, bakat seni Rihan sebenarnya sudah terlihat sejak di tingkat MTs melalui keikutsertaannya dalam lomba melukis. Meski saat itu belum berhasil meraih juara akibat kendala alokasi waktu pengerjaan, Rihan tak patah semangat dan terus mengasah kemampuannya.
Baca Juga: Kisah Nisa, Siswi SD di Pangandaran Jual Sate Totok Saat Jam Istirahat Demi Bantu Keluarga
“Kalau dari hasil karya sebenarnya bagus. Tetapi waktu itu kalah durasi pengerjaannya. Pengalaman itu jadi proses yang membentuk ketekunannya sampai sekarang,” ujar Dede.
Aksi Rihan menjadi catatan tersendiri bagi dunia pendidikan lokal. Keberanian pelajar MAN 1 Pangandaran ini membuktikan bahwa potensi siswa tidak selalu diukur dari angka rapor atau prestasi akademik semata. Tetapi juga dari keberanian mengekspresikan bakat dan berinisiatif secara mandiri. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

7 hours ago
6

















































