Terletak di ujung paling timur Pulau Jawa, sejumlah tempat wisata di Kabupaten Banyuwangi semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi liburan terlengkap di Indonesia. Dijuluki sebagai The Sunrise of Java, wilayah yang berbatasan langsung dengan Selat Bali ini menawarkan harmoni keindahan alam mulai dari gunung, pantai, hingga hutan. Serta kekayaan adat yang telah diakui dunia internasional.
Baru-baru ini, Desa Adat Kemiren berhasil masuk ke dalam jaringan Desa Wisata Terbaik Dunia (The Best Tourism Villages Upgrade Programme 2025) dari United Nations Tourism.
Bagi Anda yang merencanakan liburan di tahun 2026, panduan ini akan mengulas berbagai pilihan wisata di Banyuwangi agar petualangan impian Anda berjalan tanpa ribet.
Jelajahi Tempat Wisata di Banyuwangi: Dari Hutan Magis hingga Festival Spektakuler
Baca Juga: Menikmati Petualangan Seru di Muncul River Tubing Semarang, Sensasi Mengapung di Atas Ban Bekas
Sektor pariwisata Banyuwangi memiliki ragam destinasi alam yang unik dan tidak dapat ditemukan di belahan bumi lainnya. Berikut adalah beberapa tempat yang wajib masuk ke dalam daftar kunjungan Anda:
Kawah Ijen dan Fenomena Api Biru (Blue Fire)
Tempat wisata ini merupakan ikon utama pariwisata Banyuwangi. Kawah asam terbesar di dunia ini memiliki air berwarna toska yang memukau.
Wisatawan biasanya mulai mendaki dari Paltuding pada pukul 01.00-02.00 WIB untuk menyaksikan fenomena langka blue fire yang hanya ada dua di dunia. Dilanjutkan dengan pemandangan matahari terbit yang spektakuler.
Hutan De Djawatan Benculuk
Terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, hutan tersebut menawarkan pemandangan magis yang menyerupai Hutan Fangorn dalam film The Lord of the Rings. Ratusan pohon trembesi raksasa berusia lebih dari satu abad ini diselimuti tanaman epifit, menciptakan atmosfer dunia dongeng.
Dengan tiket masuk hanya Rp 5.000 sampai Rp 10.000, Anda sudah bisa menjelajahi area ini dengan berjalan kaki, menunggang kuda, atau menyewa delman.
Taman Nasional Baluran (Africa van Java)
Berkunjung ke tempat wisata di Banyuwangi ini Anda akan disuguhi padang savana luas (Savana Bekol) tempat satwa liar seperti rusa, merak, dan kerbau berkeliaran bebas dengan latar Gunung Baluran. Perjalanan ditutup dengan menikmati ketenangan di Pantai Bama yang asri.
Ijen Farm Horse
Terletak di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, wisata edukasi berkonsep mini farm bernuansa pedesaan Eropa ini ideal untuk keluarga. Anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan berbagai satwa. Termasuk domba ras Valais asal Swiss yang menyerupai karakter kartun domba populer.
Destinasi Alternatif Lainnya
Wisatawan yang menyukai petualangan air dapat mencoba arung jeram (rafting) di Sungai Bandeng Panorama Swiss Songgon. Atau bersantai di Pantai Green Island yang keindahannya dijuluki sebagai “Raja Ampat-nya Banyuwangi”.
Kebudayaan Osing dan Festival Internasional
Kekuatan pariwisata Banyuwangi tidak hanya terletak pada pesona alamnya saja, melainkan juga kelestarian budayanya. Desa Adat Kemiren di Kecamatan Glagah merupakan jantung dari kebudayaan suku Osing, masyarakat asli keturunan Kerajaan Blambangan.
Di Kemiren, wisatawan dapat menyaksikan arsitektur rumah adat yang khas (tikel balung, crocogan, dan baresan), mendengar dialek bahasa Osing. Serta menyaksikan ritual tradisional seperti Barong Ider Bumi dan tradisi menjemur kasur (mepe kasur).
Wisatawan juga bisa belajar menari Gandrung, membatik, hingga menyangrai kopi hitam secara tradisional langsung bersama warga.
Banyuwangi juga dikenal sebagai daerah penyelenggara acara terbanyak di Indonesia. Melalui Banyuwangi Festival 2026, terdapat lebih dari 80 event wisata sepanjang tahun.
Beberapa perhelatan besar yang tidak boleh dilewatkan. Seperti Festival Gandrung Sewu yang menampilkan ribuan penari kolosal di tepi pantai (perkiraan Juli/Oktober 2026).
Menikmati Wisata Kuliner Legendaris
Kebudayaan lokal dan petualangan kuliner juga menjadi aspek yang sangat penting untuk dinikmati. Wisatawan dapat memanjakan lidah dengan hidangan legendaris yang kaya rempah seperti Rujak Soto, Sego Tempong yang pedasnya “menampar” lidah. Kemudian ada Pecel Rawon, Pecel Pitik, Ayam Kesrut. Hingga kuliner ekstrem Botok Tawon.
Kombinasi harmonis antara keindahan alam, keramahan budaya, dan kekayaan kuliner khas ini menjadikan beragam pilihan tempat wisata di Banyuwangi sebagai salah satu petualangan paling lengkap di Pulau Jawa.
Baca Juga: Menelusuri Sejarah HIK dan Daftar Wedangan Legendaris di Solo yang Wajib Dikunjungi
Waktu terbaik untuk mengunjungi destinasi alam terbuka di Banyuwangi adalah pada musim kemarau antara bulan Mei hingga September. Pastikan kondisi fisik Anda prima, membawa pakaian hangat (jaket) untuk pendakian malam di Kawah Ijen. Serta menggunakan jasa pemandu atau agen perjalanan lokal terpercaya agar liburan Anda semakin efisien.
Dengan persiapan matang, setiap rencana liburan ke tempat wisata di Banyuwangi yang Anda kunjungi dipastikan akan berjalan lancar. Sekaligus memberikan pengalaman petualangan yang tak terlupakan. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

9 hours ago
9

















































