harapanrakyat.com,- Belakangan ini, jagat media sosial ramai dengan isu yang menyebutkan bahwa aktivitas olahraga lari akan kena pungutan pajak oleh pemerintah. Namun, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengklarifikasi bahwa kebijakan tersebut hanya menyasar pengguna Strava premium.
DJP menegaskan, aktivitas fisik seperti lari atau bersepeda sama sekali tidak kena pajak. Yang dikenakan adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen atas transaksi layanan digital.
Baca Juga: Kabar Gembira! Pajak UMKM 0,5 Persen Resmi Berlaku Permanen dalam PP 20/2026
Rincian Kenaikan Harga Langganan bagi Pengguna Strava Premium
Penunjukan Strava Inc sebagai pemungut PPN Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) karena aplikasi tersebut telah memenuhi kriteria nilai transaksi, serta jumlah trafik tertentu di Indonesia.
Pajak sebesar 11 persen ini akan secara otomatis ditambahkan saat pengguna Strava premium melakukan pembayaran atau perpanjangan langganan fitur berbayar.
Berikut adalah estimasi penyesuaian harganya:
Paket Bulanan: Dari Rp 49.900 menjadi sekitar Rp 55.389.
Paket Tahunan: Dari Rp 349.000 menjadi sekitar Rp 387.390.
Baca Juga: Restitusi Pajak Membengkak, Purbaya Copot Dua Pejabat Kemenkeu
Di sisi lain, Strava juga sempat mendapatkan peringatan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terkait kewajiban pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat.
Jika tidak segera mendaftar, maka aplikasi tersebut berisiko menghadapi sanksi administratif berupa pemutusan akses atau pemblokiran layanan di Indonesia.
Klarifikasi Isu Pajak Sepeda
Hingga bulan Mei 2026, DJP mencatat total penerimaan dari sektor pajak digital ini telah mencapai Rp 40,55 triliun dari 233 perusahaan.
Selain isu pajak aplikasi, pemerintah melalui DJP juga meluruskan isu mengenai “pajak sepeda” yang sempat beredar. DJP menegaskan bahwa saat ini fokus kementerian adalah pada regulasi keselamatan, bukan pemungutan pajak kendaraan tidak bermotor.
Baca Juga: Pungutan Pajak Toko Online, DJP Berikan Bocoran Aturannya
Bagi masyarakat yang keberatan dengan biaya tambahan, tersedia berbagai alternatif aplikasi lari gratis seperti Nike Run Club (NRC) atau Relive.
Dengan klarifikasi ini pemerintah berharap dapat meluruskan persepsi di masyarakat atas isu yang beredar tersebut. Terutama bagi para pengguna Strava premium agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman mengenai pajak olahraga. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

1 month ago
129

















































