harapanrakyat.com,- Pemprov Jawa Barat memohon maaf kepada warga dan para pengguna jalan atas antrean kemacetan akibat sistem buka tutup lalu lintas di ruas Jalan Sukamandi-Purwadadi, Kabupaten Subang.
Rekayasa lalu lintas berlaku seiring berjalannya proyek pembetonan jalan oleh Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, peningkatan struktur jalan menjadi lantai dasar beton sangat krusial, karena ruas Jalan Sukamandi-Purwadadi telah bertransformasi menjadi koridor industri.
Peningkatan volume serta melintasnya kendaraan bertonase berat membutuhkan fondasi jalan yang jauh lebih kokoh agar tidak cepat rusak.
“Pembangunan jalan dengan lantai dasar beton itu bertujuan untuk menjaga kualitas jalan agar awet. Saat ini jalan sudah berubah menjadi jalan industri, banyak mobil dengan tonase yang tinggi yang melewatinya,” kata Dedi, Rabu (2/9/2026).
Baca Juga: Pemprov Jabar Revitalisasi Kebun Karet Jalupang Subang, Target 32 Hektare Rampung Tahun Ini
Buka-Tutup Jalan Sukamandi-Purwadadi Demi Kelancaran Jangka Panjang
Dedi berujar, pengerjaan fisik struktur beton memang memerlukan waktu pengeringan serta penanganan teknis yang cukup lama.
Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan dan ketidaknyamanan bagi mobilitas warga Subang maupun penyeberang jalan.
“Pemasangan beton itu memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga harus buka tutup, menimbulkan antrean, dan berbagai problem lainnya akibat kemacetan,” ujarnya.
Kendati begitu, Dedi menilai ketidaknyamanan sesaat akibat kemacetan dan sistem buka tutup jalan jauh lebih baik ketimbang membiarkan infrastruktur vital terbengkalai tanpa perbaikan permanen.
Oleh karena itu, Dedi meminta masyarakat dan para pengguna jalan untuk maklum serta bersabar selama proses perbaikan berlangsung.
“Ini membuat tidak nyaman, tapi menurut saya, lebih baik tidak nyaman dalam beberapa saat daripada jalan rusak dan tidak ada perbaikan berpuluh-puluh tahun,” ucapnya.
Pemprov Jawa Barat berkomitmen menyelesaikan proyek peningkatan jalan ini secara tepat waktu agar aksesibilitas perekonomian serta mobilitas angkutan industri di Subang dapat segera pulih secara optimal.
Baca Juga: Cegah Bencana, Pemprov Jawa Barat Pulihkan 22 Hektare Kebun Teh di Ciater dan Pangalengan
“Saya sampaikan permohonan maaf karena perjalanan menjadi terganggu hari ini demi kelancaran di masa yang akan datang,” tuturnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

19 hours ago
12

















































