Kapolres Pangandaran Ikrar Potawari Minta Ulama Tegur Polisi yang Keliru

10 hours ago 18

harapanrakyat.com,- Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari membuka ruang kritik dari para ulama terhadap kinerja kepolisian. Ia meminta tokoh agama tidak sungkan menegur anggota Polri apabila menemukan kekhilafan dalam pelaksanaan tugas di lapangan, demi membangun institusi yang lebih humanis dan berintegritas.

Pesan tersebut disampaikan AKBP Ikrar saat bersilaturahmi dengan jajaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pangandaran di Ruang Zoom Mako Polres Pangandaran, Rabu (21/1/2026). Pertemuan ini dihadiri Ketua MUI Kabupaten Pangandaran KH Harun Al-Aziz beserta jajaran Ketua MUI tingkat kecamatan, serta pejabat utama Polres Pangandaran.

Baca Juga: Kapolres Pangandaran Angkat Siswa Berprestasi di Cijulang Jadi Anak Asuh, Jamin Biaya hingga Lulus

Dalam kesempatan itu, Kapolres memaparkan sejumlah program keagamaan yang tengah digalakkan sebagai bagian dari pendekatan moral dan spiritual bagi personel kepolisian. Program tersebut antara lain Shalat Jumat Keliling, Shalat Subuh Keliling, hingga forum dialog bertajuk “Curhat bersama Kapolres” yang membuka ruang komunikasi langsung antara polisi dan masyarakat.

“Kami juga mewajibkan pembacaan Asmaul Husna setelah apel pagi bagi seluruh personel. Program ini tidak hanya diterapkan di Polres, tetapi hingga ke Polsek jajaran,” ujar Ikrar.

Baca Juga: Intensifkan Program Sholat Subuh Keliling di Berbagai Masjid, Kapolres Pangandaran Serap Keluhan Warga

Menurutnya, kedekatan Polri dengan ulama dan tokoh agama menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya peran ulama sebagai mitra sekaligus pengingat bagi aparat kepolisian.

“Kami berharap para ulama dapat memberikan bimbingan dan teguran jika ada anggota yang khilaf dalam bertugas,” ujar Ikrar.

MUI Dukung Program Kapolres Pangandaran Ikrar Potawari

Di sisi lain, jajaran MUI Kabupaten Pangandaran menyambut baik keterbukaan tersebut. Ketua MUI KH Harun Al-Aziz menyatakan dukungannya terhadap program-program keagamaan Polres Pangandaran. Ia menilai program-program tersebut sejalan dengan upaya pembinaan moral aparat dan masyarakat.

Dalam forum tersebut, sejumlah Ketua MUI Kecamatan turut menyampaikan aspirasi terkait keresahan masyarakat. Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan di antaranya adalah masifnya peredaran judi online. Bahkan kebiasaan penyediaan minuman keras (miras) dalam acara hajatan di beberapa wilayah juga jadi sorotan.

“Kami berharap ada penertiban miras, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Termasuk pengawasan terhadap warung-warung yang buka pada siang hari saat Ramadan, tentu dengan pendekatan yang persuasif dan beretika,” ungkap perwakilan MUI dalam forum tersebut.

Menyikapi masukan para ulama, Kapolres Pangandaran berkomitmen untuk segera menindaklanjuti isu-isu tersebut. Ia menjamin kepolisian akan berkolaborasi aktif dengan MUI untuk memberantas penyakit masyarakat.

Baca Juga: Usai Pulang Ngaji, Wandi Nekat Jalan Kaki dari Tasikmalaya ke Pangandaran Demi Lihat Pantai Batukaras

“Polres Pangandaran siap menindaklanjuti masukan terkait judi online dan peredaran miras. Kami ingin mewujudkan situasi Kamtibmas yang tidak hanya aman dan kondusif, tetapi juga religius,” tegasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |