Kisah Inspiratif Agus Kucir: Dari Jurnalis hingga Sukses Bangun Usaha Kuliner dan Kontrakan di Pangandaran

4 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Pandemi Covid-19 yang melanda beberapa tahun lalu terbukti menjadi titik balik bagi banyak orang untuk merintis jalan baru. Salah satunya adalah Agus Supriyatman, atau yang lebih akrab disapa Agus Kucir. Pria kelahiran Tasikmalaya, 17 Agustus 1971 ini, kini sukses mengelola Warung Lesehan Agus Kucir di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Namun, di balik kesuksesan usaha kulinernya, Agus adalah seorang jurnalis senior yang memiliki rekam jejak panjang dalam mengawal sejarah berdirinya Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Ramadan Hidupkan Senja Kuliner di Pangandaran, Saung Lesehan Agus Kucir Diserbu Pemburu Buka Puasa

Rekam Jejak Agus Kucir, Jadi Jurnalis sejak Era Orde Baru

Agus memulai kariernya sebagai pemburu berita sejak akhir era Orde Baru, sekitar tahun 1997. Pada masa itu, profesi wartawan penuh dengan tantangan birokrasi yang ketat di bawah Departemen Penerangan.

Ia mengawali tugas di Cilacap sebelum akhirnya fokus meliput dinamika di Priangan Timur, khususnya Kabupaten Ciamis dan pesisir Pangandaran.

Dedikasinya sebagai jurnalis mencapai puncaknya saat ia aktif mengawal proses pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran. Melalui Koran Medikom, ia berdiskusi dengan tokoh-tokoh penting seperti Agun Gunandjar Sudarsa, hingga (alm) H. Adang Hadari untuk memastikan Pangandaran resmi disahkan pada 25 Oktober 2012.

Jatuh Bangun dan Titik Balik Kehidupan

Perjalanan hidup Agus Kucir tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami fase kelam saat krisis ekonomi awal tahun 2000-an yang berdampak pada keretakan rumah tangga. Demi bertahan hidup dan menghidupi anaknya, Agus bahkan sempat menarik ojek dan berjualan bubur.

Baca Juga: Coba-Coba Usaha Sale Pisang, Adi di Pangandaran Kini Hasilkan Jutaan Rupiah

Momentum bencana tsunami Pangandaran 2006 menjadi titik balik yang memanggil jiwanya kembali ke lapangan sebagai jurnalis, hingga akhirnya pandemi Covid-19 membawanya ke dunia UMKM.

Kuliner Otentik Sunda: Pindang Gunung dan Ikan Bakar Honje

Kini, Agus Kucir memilih fokus pada ekonomi kreatif dengan membangun warung makan berkonsep saung bambu tradisional. Berbeda dengan restoran modern, Agus menawarkan menu fresh food otentik khas Sunda.

Beberapa menu andalannya meliputi Ikan Bakar Bumbu Honje (Kecombrang), Pindang Gunung dengan bumbu tradisional yang digerus manual. Serta menu seafood seperti cumi asam manis dan cumi tepung.

Untuk menarik wisatawan dari kota besar seperti Bandung dan Jakarta, Agus menerapkan sistem harga per porsi yang ekonomis, berkisar antara Rp 25.000 hingga Rp 30.000. Jadi bukan sistem kiloan yang sering dianggap mahal oleh pelancong.

Ekspansi ke Bisnis Properti dan Aksi Sosial

Baca Juga: Dari Ruang Sidang ke Dapur Kantin, Kisah Pengacara Pangandaran Bangun Usaha Sederhana

Selain kuliner, Agus juga merambah bisnis properti dengan membangun tiga titik kontrakan. Saat ini, ia telah memiliki Kontrakan Agus Kucir I (5 pintu), Kontrakan II (8 pintu), dan Kontrakan Agus Kucir III (4 pintu).

Meskipun telah menjadi pengusaha, jiwa sosialnya sebagai mantan jurnalis tetap melekat. Agus secara swadaya menginisiasi pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di tiga wilayah RT di Padaherang. Serta melakukan pengecoran akses jalan sepanjang 200 meter menuju fasilitas ibadah demi kenyamanan warga sekitar.

Agus berharap pemerintah daerah dapat lebih interaktif dalam merangkul pelaku UMKM, dan mengapresiasi para tokoh sejarah yang telah berjuang bagi kemajuan Kabupaten Pangandaran. (Madlani/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |