Saat ini kalangan ilmuwan sangat ingin mengenal Praearcturus gigas. Hewan purba ini sendiri berupa kalajengking yang ukurannya sangat besar. Hewan tersebut mendominasi ekosistem dataran banjir yang ada di wilayah Inggris serta Wales.
Baca Juga: Penemuan Burung Rusty Lark, Hewan Langka yang Dikira Sudah Punah
Hidupnya pada periode Devon Awal. Hal ini sekitar 415 juta tahun yang lalu. Informasi tersebut terungkap lewat penelitian fragmen fosil kuno yang ada di Inggris. Untuk informasi selengkapnya tentang kalajengking purba ini, bisa simak uraian berikut.
Mengenal Praearcturus gigas Era Devon Awal
Fosil hewan purba ini sudah ditemukan oleh tim peneliti sejak tahun 1870-an. Penemuan fosilnya ada di Formasi Batu Pasir St Maughan. Akan tetapi, saat itu tim peneliti belum bisa mengungkap identitas hewan purba tersebut. Karena hal itu, identitasnya masih jadi misteri hingga ratusan tahun.
Tak mengherankan karena saat penemuannya, kondisi fosilnya sudah tidak utuh. Oleh karena itu, ilmuwan kesulitan dalam menelitinya secara lebih mendalam. Namun berkat teknologi canggih, akhirnya identitasnya terungkap belum lama ini.
Dalam penelitian terbaru, akhirnya mengonfirmasi status fosilnya milik Praearcturus gigas. Hewan ini jadi kalajengking terbesar yang diketahui pernah menghuni planet Bumi. Studi ini sendiri sudah terpublikasi dalam jurnal Palaeontology.
Pemanfaatan Teknologi Mutakhir
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa tim peneliti memanfaatkan teknologi mutakhir untuk bisa mengungkap identitas asli fosil purbanya. Adapun teknologi tersebut tidak lain yaitu pemodelan 3D. Selain itu tim peneliti juga memanfaatkan pemindaian CT untuk mengenal Praearcturus gigas.
Baca Juga: Kupas Tuntas Fakta Unik Otak Serangga, Anatomi dan Tingkat Kecerdasannya
Berkat kolaborasi teknologi canggih tersebut, tim peneliti bisa lebih mudah untuk membandingkan fosilnya dengan Eramoscorpius yang berasal dari Kanada. Dari perbandingan tersebut, tim peneliti bisa menemukan kesamaan struktur di bagian dada bawah atau sternum. Bagian tersebut berbentuk segitiga.
Karena kesamaan ini, tim ilmuwan lantas menarik kesimpulan bahwa fosilnya milik seekor kalajengking. Hal ini membuat ilmuwan semakin mudah dalam memetakan spesiesnya. Selain pemanfaatan teknologi, kecerdasan ilmuwan dan kerjasama antar tim juga turut berpengaruh terhadap terungkapnya identitas asli makhluk purba tersebut.
Karakteristik Praearcturus gigas
Pemanfaatan teknologi mutakhir ini bukan hanya bisa mengungkap identitas asli hewan purbanya. Akan tetapi juga berhasil menguak bagaimana karakteristik makhluk purba ini. Ternyata kalajengking tersebut memiliki tubuh yang panjangnya lebih dari 1 m. Ciri Praearcturus gigas ini tentu berbeda saat mengenal kalajengking modern di era sekarang.
Sama halnya dengan kalajengking pada umumnya, hewan purba ini juga memiliki capit. Akan tetapi, ukuran capitnya sangatlah panjang. Dalam data penelitian terbaru menyebut ukuran capitnya mencapai 16 cm.
Bukan hanya itu, ilmuwan juga menemukan elemen anatomi lainnya. Salah satunya yaitu ekstensi yang mirip sayap. Ekstensi tersebut ada di sepanjang ruas perutnya.
Habitat Praearcturus gigas
Selain karakteristik fisik tersebut, rupanya ilmuwan juga berhasil mengenal habitat Praearcturus gigas. Ilmuwan meyakini sepenuhnya bahwa hewan purba ini hidup di dua alam atau terkenal dengan istilah amfibi. Untuk alasannya karena kondisi lingkungan saat periode Devon memperlihatkan tumbuhan daratnya belum bisa menyokong predator yang besar.
Selain itu, ada temuan struktur yang mirip dengan epimera seperti halnya milik krustasea di fosil. Karena hal itu, teman fosil yang ada di Wales tersebut memperkuat dugaan bahwa hewannya sering kembali ke air. Misalnya untuk berburu ikan.
Karena hal itu, tentu mengaburkan batasan antara arthropoda laut dan darat di masa itu. Selain itu, kalajengking ini rupanya keturunan nenek moyang yang telah beradaptasi dengan udara. Hal ini karena secara evolusi kalajengking memang berkerabat dekat dengan spesies laba-laba yang bernafasnya menggunakan paru-paru buku.
Dari karakteristik dan habitatnya, ilmuwan pun penasaran dengan posisi hewan purba tersebut di rantai makanan sekaligus apa jenis mangsanya. Karena hal itu, ilmuwan meyakini bahwa hewan purba ini termasuk predator amfibi. Mangsanya pun tidak hanya ada di daratan saja, melainkan juga laut.
Baca Juga: Menggali Kemampuan Spektrum Inframerah pada Capung Asiagomphus melaenops
Tak bisa kita pungkiri bahwa ada banyak hal menarik yang terungkap saat mengenal Praearcturus gigas. Hal ini tak terkecuali mengetahui bahwa kalajengking purba zaman dulu memiliki ukuran yang sangat besar. Capit yang dimilikinya juga mematikan. Harapannya, tim ilmuwan masih terus meneliti fosilnya untuk mengenal Praearcturus gigas secara lebih mendalam. (R10/HR-Online)

7 hours ago
10

















































