Krisis Air Bersih: Sumur Mengering, Warga Dusun Bojong Panawangan Ciamis Andalkan Sungai Cijolang

20 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Dampak musim kemarau yang berkepanjangan kembali membawa kesulitan bagi masyarakat. Kali ini, warga di Dusun Bojong, Desa Nagarajati, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tengah menghadapi krisis air bersih yang cukup parah.

Akibat sumur-sumur yang mengering, warga terpaksa beralih memanfaatkan air Sungai Cijolang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Setiap harinya, dari pagi hingga sore hari, aliran Sungai Cijolang ramai dipadati oleh aktivitas warga yang mandi dan mencuci pakaian maupun peralatan rumah tangga. Sungai ini kini menjadi tumpuan utama pertahanan warga di tengah kekeringan yang melanda daerah mereka.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Benteng Ciamis, Polres Salurkan 4.000 Liter Air

Sungai Cijolang Jadi Penyelamat Warga Dusun Bojong Ciamis

Imas, salah seorang warga Dusun Bojong mengungkapkan, musim kemarau tahun ini membuat sumur miliknya mengering. Kualitas air sumur yang tersisa juga menurun drastis, berubah menjadi keruh, kotor. Sehingga sangat tidak layak untuk konsumsi maupun keperluan harian.

“Untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci, kami terpaksa memanfaatkan air Sungai Cijolang,” ungkap Imas, Sabtu (29/8/2026).

Meskipun harus menempuh jarak yang lumayan jauh dengan berjalan kaki dari pemukiman menuju sungai, warga Dusun Bojong rela melakoninya demi mendapatkan air.

“Ya, meskipun jaraknya lumayan jauh, kami harus rela berjalan kaki ke Sungai Cijolang,” tambahnya.

Khawatir Risiko Kesehatan dan Berharap Bantuan Pompa Air

Kendati Sungai Cijolang menjadi penyelamat sementara, Imas dan warga lainnya menyimpan kekhawatiran mengenai dampak penggunaan air sungai terhadap kesehatan.

Baca Juga: Dulu Jalan Kaki 4 Kilometer Cari Air Bersih, Kini Warga Parungponteng Tasikmalaya Nikmati Sumur Bor TMMD

Penggunaan air sungai yang tidak higienis secara terus-menerus dikhawatirkan dapat memicu berbagai penyakit kulit hingga gangguan pencernaan.

“Menggunakan air sungai yang kurang bersih untuk mandi dan mencuci peralatan makan itu rentan memicu penyakit seperti diare,” ungkap Imas khawatir.

Sebelum hal yang tidak diharapkan terjadi, warga sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat. Warga Dusun Bojong menaruh harapan besar agar Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui instansi terkait dapat segera memberikan bantuan mesin pompa air.

Dengan begitu, air bersih dari Sungai Cijolang dapat ditarik langsung ke pemukiman warga tanpa harus berjalan kaki jauh.

Sisi Lain Kemarau: Berburu Ikan dengan Bubu Tradisional

Di balik peliknya krisis air bersih, Sungai Cijolang juga menyajikan cerita unik tersendiri bagi sebagian warga. Kondisi sungai di musim kemarau ini justru dimanfaatkan oleh sebagian warga untuk mencari ikan sebagai tambahan lauk pauk di rumah.

Baca Juga: Krisis Air Bersih di Ciamis Meluas, BPBD Salurkan 80 Ribu Liter Air ke Warga yang Terdampak Kemarau

Sulaeman, warga Dusun Bojong lainnya, menceritakan bahwa banyak warga yang sengaja memasang bubu (alat perangkap ikan tradisional) di aliran sungai saat sore hari. Kemudian keesokan paginya, perangkap tersebut akan diambil kembali bersamaan dengan aktivitas mandi dan mencuci.

“Bubu ikan yang kami pasang sore hari akan diambil esok paginya. Jadi, selain mandi dan mencuci, kalau sedang beruntung kami bisa pulang membawa ikan segar untuk lauk di rumah,” kata Sulaeman sembari tersenyum. (Dji/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |