harapanrakyat.com,- Sebuah pesan mendalam mengenai masa depan Bumi Cenderawasih kembali mencuat, mengingatkan kita pada momen hangat antara dua tokoh pemimpin daerah pada tahun 2016 silam. Benhur Tomi Mano (BTM), yang saat itu menjabat sebagai Walikota Jayapura, menjalin persahabatan erat dengan Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang kala itu merupakan Bupati Purwakarta.
Pertemuan di Port Numbay tersebut melahirkan sebuah visi bahwa Papua bukan sekadar objek pembangunan infrastruktur, melainkan “rumah kehidupan” bagi generasi yang tumbuh di atas tanahnya.
Baca Juga: Khombouw, Lukisan Kulit Kayu Khas Papua yang Menjadi Warisan Budaya
Benhur Tomi Mano Tegaskan Papua Lebih dari Sekadar Keindahan Alam
Secara geografis, Papua memang memiliki kemegahan gunung, hutan tropis yang rimbun, serta kekayaan bahari yang memukau. Namun, bagi BTM, esensi keindahan Papua jauh lebih dalam dari itu.
“Papua adalah rumah atau honai bagi ribuan suku, bahasa, dan kearifan lokal. Tuhan menitipkan kehidupan di sini agar identitasnya tetap terjaga selamanya,” ungkap Benhur Tomi Mano kepada awak media, Sabtu (30/5/2026).
Ia sering menekankan bahwa tanah ini adalah sosok “Mama” yang senantiasa memberi kehidupan, melindungi, dan menjamin masa depan anak-anak Papua.
Pesan “Papua adalah Surga yang Harus Dijaga Bersama”
Baca Juga: Makna Tradisi Bakar Batu Prajurit Raider 323 BP Banjar Bareng Warga Papua
Dalam interaksi mereka, KDM melontarkan sebuah ungkapan bahwa Papua adalah surga yang harus dijaga bersama. Kalimat ini bukan sekedar pujian estetika, melainkan sebuah seruan moral tentang tanggung jawab kolektif untuk merawat sumber kehidupan masyarakat lokal.
Dedi Mulyadi bahkan mengabadikan pesan tersebut melalui sebuah karya lagu yang menurut Benhur Tomi Mano memiliki tiga nilai fundamental.
Ketiga fundamental itu antara lain syukur atas anugerah Tuhan bahwa Papua adalah pemberian Tuhan yang wajib dilestarikan bersama. Menguatkan ikatan antara Papua dan Indonesia melalui semangat saling menghargai. Serta mengajak semua pihak menjaga keseimbangan antara tanah, alam, dan manusia Papua sebagai satu kesatuan utuh.
Implementasi Nyata untuk Masa Depan
Benhur Tomi Mano menegaskan bahwa slogan “Surga di Tanah Papua” tidak boleh berhenti menjadi lirik lagu atau jargon semata. Perlu ada tindakan nyata di lapangan yang mencakup pelestarian hutan, penghormatan adat, pembangunan bermartabat, dan kedaulatan generasi muda.
Baca Juga: Pemerintah Jamin Bantuan Kemanusiaan ke Papua Tengah Terpenuhi
“Papua adalah warisan Tuhan yang harus kita teruskan kepada generasi mendatang dalam keadaan baik,” tegasnya.
Pesan tersebut tetap relevan sebagai pengingat bahwa masa depan Papua bergantung pada komitmen hari ini dalam merawat tanah, budaya, dan manusianya. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

4 hours ago
6

















































