harapanrakyat.com,- Bagi para pengendara yang kerap melintasi jalur Cimaragas-Ciamis di wilayah Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, nama jalan Tanjakan Salawe tentu sudah tidak asing lagi. Di balik jalurnya yang menanjak, kawasan ini menyimpan cerita rakyat dan kisah mistis yang kental.
Sebenarnya, secara geografis tanjakan ini bersebelahan langsung dengan sebuah air terjun, sehingga nama aslinya adalah Tanjakan Curug Cikadongdong. Namun, kultur dan melekatnya identitas kewilayahan membuat masyarakat lebih akrab menyebutnya sebagai Tanjakan Salawe.
Nama Salawe sendiri ternyata mempunyai arti mendalam dan ada beberapa versi, konon dahulu pernah ada sebuah Desa yang bernama Desa Salawe. Selain itu, versi lainnya nama salawe juga dikaitkan dengan adanya sebuah pabrik yang dulunya produksi kapas dan satu ikat kapas dulu itu harganya salawe atau Rp 25.
Aura Mistis di Jalan Tanjakan Salawe Ciamis
Nama Tanjakan Salawe ini juga dikenal warga sekitar ketika ada insiden kendaraan yang mendadak mogok atau tidak kuat menanjak. Hal tersebut konon sering dikaitkan dengan adanya aura mistis oleh sejumlah orang yang percaya hal ghaib.
Budayawan Cimaragas Ciamis, Didi Hadiwijaya (55) mengungkapkan, kawasan Tanjakan Salawe secara historis memiliki kaitan erat dengan pusat peradaban kuno. Mulai dari era Kerajaan Galuh Garatengah hingga situs-situs religi kuno di bagian hulu.
“Kentalnya sejarah ini jugalah yang konon membawa aura mistis kuat di sepanjang jalur tersebut. Terlebih area di tanjakan itu dikelilingi hutan dan persawahan, sehingga relatif sepi,” katanya, Minggu (21/6/2026).
Menurut Didi, konon di jalan Tanjakan Salawe dijaga oleh suatu kekuatan gaib yang tidak kasatmata. Pasalnya, ada beberapa orang dari luar daerah yang kebetulan melintas pernah melihat dan wajib permisi atau lapor secara batiniah kepada para penunggu di sana.
“Konon sosok penjaga mistis di tanjakan ini berwujud makhluk gaib yang menyerupai maung bodas (macan putih), maung hideung (macan hitam). Hingga sosok prajurit yang membawa tombak dan tameng. Hal itu berdasarkan obrolan orang-orang dari daerah luar yang datang berkunjung ke daerah Cimaragas ini. Kalau saya atau masyarakat setempat belum pernah melihat hal tersebut,” tutur.
Baca Juga: Selabintana Sukabumi Lembah Halimun, Fakta di Balik Julukan Kota Mati dan Kisah Mistisnya
Sering Muncul Ular Kobra Hitam
Tidak hanya itu, warga juga kerap melihat kemunculan sosok ular kobra hitam sebesar betis orang dewasa. Ular itu kerap menyeberang jalan dengan sangat lambat pada malam hari hingga memicu kemacetan panjang. Karena tidak ada pengendara yang berani melintas.
“Akibat mitos-mitos tersebut, berkembang sebuah tradisi di kalangan pengemudi. Konon katanya, untuk menghindari gangguan atau hal-hal yang tidak diinginkan, para sopir dulu kerap melemparkan rokok, menyalakan klakson. Hingga melemparkan uang receh saat mulai memasuki area jalan Tanjakan Salawe sebagai bentuk permisi untuk melintas,” ungkapnya.
Didi menambahkan, di Tanjakan ini juga sering ada kendaraan mogok, hal itu sering dikaitkan dengan faktor muatan atau kondisi mesin yang kurang prima secara lahiriah. Namun demikian, ada juga yang tidak menampik adanya fenomena ganjil yang sulit dinalar.
Satu Kisah yang Cukup Melegenda
Salah satu kisah yang cukup melegenda adalah cerita sebuah mobil tronton yang mendadak mati mesin tepat di tengah tanjakan. Saat diperiksa, sang sopir mengaku merasa jalannya sangat mulus dan lurus seperti di jalan tol. Sehingga ia memacu kendaraannya di posisi gigi lima tanpa sadar.
Baca Juga: Mitos Jembatan Cibabi Bogor, Ada Sosok Penunggu Wanita
“Saat sopir tersebut tersadar itu waktu mobilnya mendadak mati karena tidak kuat menanjak dengan transmisi tinggi, dan ternyata itu posisi gigi lima. Beruntung saat kejadian tidak ada korban. Meski begitu, proses evakuasi berlangsung dramatis sehingga akses jalan Cimaragas-Ciamis harus buka tutup,” terangnya.
Meski penuh dengan cerita mistis dan kecelakaan tunggal seperti mobil yang mundur ke selokan, namun ada satu keajaiban yang warga setempat syukuri.
“Hingga saat ini, belum pernah ada cerita atau catatan adanya korban jiwa yang sampai meninggal dunia di jalan Tanjakan Salawe. Beberapa korban kecelakaan ekstrim sekalipun konon katanya selalu berhasil selamat, hanya cedera saja,” pungkasnya. (Ferry/R3/HR-Online/Editor: Eva)

7 hours ago
7

















































