Ulang Tahun Kota Cimahi ke-25 Diwarnai Kritik, Wakil Wali Kota dan DPRD Dinilai Kurang Hargai Sejarah 

5 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Kota Cimahi yang digelar dalam rapat paripurna DPRD Kota Cimahi menuai sorotan. LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) menilai momen bersejarah tersebut justru kurang menghargai jasa para tokoh yang berjuang mewujudkan Cimahi sebagai daerah otonom.

Ketua Umum LSM Penjara, Andi Halim, menyampaikan kritik tersebut usai menghadiri rapat paripurna HUT ke-25 Kota Cimahi, Minggu (21/6/2026).

Baca Juga: Pemeran Saep Preman Pensiun Berpulang di Cimahi

Menurut Andi, sambutan yang disampaikan Ketua DPRD Kota Cimahi dan Wakil Wali Kota Cimahi dinilai minim menyinggung sejarah panjang perjuangan pembentukan Kota Cimahi maupun jasa para tokoh pendirinya.

“Seolah-olah Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota tidak peduli siapa saja yang telah mendirikan Kota Cimahi. Sikap ini menurut saya tidak tepat. Bagaimana mungkin seorang pemimpin bisa maju jika tidak menghargai asal-usul daerahnya?” kata Andi.

Sekda Paparkan Sejarah Lengkap saat Ulang Tahun Kota Cimahi

Ia membandingkan dengan paparan Sekretaris Daerah Kota Cimahi yang dinilainya cukup lengkap mengulas perjalanan sejarah Cimahi. Mulai dari pembangunan Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan pada masa pemerintahan Daendels hingga proses panjang terbentuknya Kota Cimahi sebagai daerah otonom.

Andi menyoroti keberadaan para tokoh yang tergabung dalam Sekretariat Bersama (Sekber) Cimahi Otonom. Organisasi tersebut beranggotakan sejumlah tokoh yang terlibat dalam perjuangan pembentukan Kota Cimahi dan sebagian masih aktif hingga saat ini.

Menurutnya, para tokoh tersebut hadir langsung dalam rapat paripurna. Namun, keberadaan mereka tidak mendapat perhatian maupun penghormatan khusus dari pimpinan daerah.

Salah satu yang hadir adalah Ketua Sekber Cimahi Otonom, Oland Siswanto, yang duduk di barisan depan tamu undangan. Meski hadir dalam ruangan yang sama, nama maupun kontribusinya tidak disebut dalam sambutan para pimpinan daerah.

“Bukan hanya tidak disebut dalam pidato, mereka yang berjasa memperjuangkan lahirnya Kota Cimahi juga tidak mendapat penghormatan yang semestinya. Padahal mereka hadir langsung di lokasi acara,” ujarnya.

Andi merangkum tiga poin utama kritiknya. Pertama, kurangnya kepekaan terhadap sejarah panjang Kota Cimahi. Kedua, mengabaikan kehadiran tokoh pendiri yang masih hidup. Ketiga, mencerminkan gaya kepemimpinan yang dinilai belum cukup menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi berdirinya Kota Cimahi.

Ia menegaskan, peringatan hari jadi kota semestinya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan waktu, tenaga, dan pemikirannya demi terbentuknya Kota Cimahi.

Baca Juga: Sering Ada Pemadaman Listrik, MPP Kota Cimahi Siapkan Langkah Antisipasi

“Kalau boleh jujur, ini adalah contoh nyata sikap yang tidak menghargai sejarah berdirinya Kota Cimahi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko maupun Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira belum memberikan keterangan terkait kritik yang dilontarkan LSM Penjara tersebut.(Eri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |