Na Willa Siap Tayang Lebaran 2026, Adaptasi Novel Favorit Reda Gaudiamo

14 hours ago 8

Na Willa merupakan film drama keluarga Indonesia yang akan tayang pada 20 Maret 2026. Film Indonesia ini disutradarai oleh Ryan Adriandhy sebagai debut penyutradaraan film liveaction. Ceritanya ialah adaptasi dari novel populer karya Reda Gaudiamo yang pertama kali terbit pada 2012 dan Visinema Pictures bersama Visinema Studios sebagai rumah produksinya.

Baca Juga: Kafir Gerbang Sukma, Film Horor Tentang Teror Lama dan Dosa Masa Lalu

Na Willa, Film Buatan Kreator Jumbo

Kesuksesan film animasi Jumbo membawa Visinema Studios kembali bergerak cepat dengan proyek terbaru berjudul Na Willa. Film ini kembali menyatukan trio kreatif di balik Jumbo, yakni Ryan Adriandhy sebagai sutradara dan penulis, serta Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari sebagai produser. Kolaborasi ini langsung menarik perhatian publik sejak pengumuman resminya.

Berbeda dengan Jumbo yang hadir dalam format animasi, sutradara menggarap tayangan sebagai film live action. Film adaptasi dari novel karya Reda Gaudiamo ini telah lama menjadi favorit lintas generasi. Ceritanya menjanjikan nuansa hangat dan emosional yang dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia.

Film drama ini menjadi debut penyutradaraan live action bagi Ryan Adriandhy. Setelah mencetak rekor lewat Jumbo, Ryan kini mengeksplorasi kisah keluarga yang jujur dan penuh warna. Film ini juga menandai lompatan kreatif dalam perjalanan kariernya.

Visinema Studios mengungkapkan bahwa film tersebut berlatar Indonesia era 1960-an. Cerita tersaji melalui sudut pandang tokoh utama bernama Na Willa. Pendekatan ini menghadirkan potret artistik yang kental dengan suasana masa lalu.

Sinopsis

Film ini mengikuti kisah Willa, gadis kecil berusia enam tahun yang memandang gang tempat tinggalnya di Surabaya sebagai dunia paling sempurna. Radio yang bernyanyi, kios langganan, dan permainan bersama teman-teman menghadirkan keajaiban sehari-hari. Setiap sudut menjadi ruang petualangan yang hidup dalam imajinasinya.

Baca Juga: Danur 4: The Last Chapter Akan Tayang Lebaran, Tutup Perjalanan Panjang Risa Saraswati

Perubahan mulai terasa ketika sahabatnya mengalami kecelakaan dan teman-teman bermainnya masuk sekolah. Hari-hari Willa menjadi lebih sepi dan sunyi. Ia pun memutuskan masuk taman kanak-kanak agar kebersamaan bisa kembali seperti dulu.

Sekolah justru memperkenalkan dunia baru yang terasa asing bagi Willa. Aturan dan batasan membuatnya kerap merasa tidak sepenuhnya dimengerti. Dari pengalaman ini, Willa belajar bahwa tumbuh dewasa berarti menerima perubahan dan menemukan keajaiban dalam bentuk baru.

Alkisah dari sudut pandang anak, Na Willa hadir sebagai film keluarga yang hangat dan magis. Berlatar gang pinggiran Surabaya era 1960-an, film ini menyoroti keluarga multikultural dengan ibu asal NTT dan ayah keturunan Tionghoa. Cerita sederhana ini menekankan empati, imajinasi, dan komunikasi dalam keluarga sebagai ruang aman untuk bertumbuh.

Pemeran

Luisa Adreena membintangi film ini dengan memerankan tokoh utama Na Willa. Irma Novita Rihi berperan sebagai Mak, sosok ibu yang hangat dan penuh perhatian. Junior Liem tampil sebagai Pak, ayah Willa yang sederhana namun berperan penting dalam keluarga.

Selain pemeran utama, film ini juga menghadirkan Ira Wibowo dalam peran pendukung. Melissa Karim turut memperkaya dinamika cerita dengan karakter yang kuat. Kehadiran para aktor senior ini menambah kedalaman emosi dalam alur film.

Deretan pemeran anak juga menjadi bagian penting dalam cerita. Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, dan Ibrahim Arsenio Rafisqy tampil sebagai karakter pendukung yang dekat dengan dunia Willa. Kombinasi pemain dewasa dan anak-anak ini memperkuat nuansa hangat film keluarga tersebut.

Produksi

Visinema Studios mengumumkan proyek ini pada November 2025 sebagai adaptasi dari buku pertama trilogi karya Reda Gaudiamo. Seperti ulasan sebelumnya, Ryan Adriandhy mendapat kepercayaan sebagai sutradara sekaligus penulis naskah setelah sukses lewat film animasi Jumbo. Format liveaction jadi pilihan untuk menangkap nuansa nostalgia dan realisme Surabaya era 1960-an secara lebih mendalam.

Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari memproseduri film ini. Produksi menegaskan komitmen mempertahankan elemen penting dari buku, termasuk latar etnis karakter utama yang beragam. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kejujuran cerita terhadap sumber aslinya.

Proses pengambilan gambar sudah mulai sejak pada pekan kedua November 2025. Visual dalam film ini menghadirkan atmosfer Indonesia tempo dulu dengan detail hangat pada rumah dan gang tempat Willa tinggal. Sebagaimana kabar yang beredar, film ini bakal tayang pada 20 Maret 2026, dengan teaser trailer 91 detik rilis pada 29 Desember 2025 melalui kanal YouTube resmi Visinema.

Jadi Impian Sutradara Sejak Lama

Bagi Ryan Adriandhy, film ini adalah proyek impian yang telah lama ia perjuangkan. Ia mengaku jatuh cinta pada karakter utama sejak pertama kali membaca novel karya Reda Gaudiamo. Kesederhanaan cerita, sudut pandang anak, serta nuansa Indonesia era 1960-an menjadi alasan kuat ia ingin mengadaptasinya ke layar lebar.

Baca Juga: Malam 3 Yasinan, Kisah Horor Religi yang Mengangkat Konflik Keluarga

Proses panjang akhirnya menggarap Na Willa menjadi film terwujud bersama Anggia Kharisma dan Novia Puspa Sari. Dukungan penuh juga datang dari Reda Gaudiamo sebagai penulis novel. Ia menyampaikan rasa senang, bangga, dan haru ketika mengetahui Na Willa diadaptasi menjadi film live action oleh Visinema Studios. Reda meyakini kisah Willa berada di tangan yang tepat dan berharap film ini dapat dinikmati oleh anak-anak maupun orang dewasa. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |