harapanrakyat.com,- Rencana pembangunan proyek underpass Gatot Subroto – Baros yang dijanjikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, sampai saat ini belum juga menampakkan tanda-tanda dimulainya pengerjaan fisik. Padahal, Pemerintah Kota Cimahi sangat mendambakan proyek senilai Rp 150 miliar itu segera terwujud demi keamanan dan kelancaran lalu lintas.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengaku pemerintah kota sangat berkeinginan kuat agar pembangunan segera dimulai. Namun, sisi lainnya ia menyimpan kekhawatiran besar proyek ini justru gagal atau molor.
Ia juga mengaku hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan resmi maupun kepastian jadwal pelaksanaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, selaku pemegang kewenangan penuh proyek underpass Gatot Subroto – Baros.
Baca Juga: Warga Tertabrak Kereta Api di Baros Cimahi, Polisi Beri Peringatan Keras
“Kami dari Pemkot Cimahi sebenarnya sangat berharap proyek ini segera dibangun, manfaatnya kan luar biasa besar bagi warga. Namun sampai hari ini kami masih menunggu petunjuk lanjut dari Dinas Bina Marga Provinsi. Segala proses dan keputusan ada di tangan mereka,” ungkap Wilman, Senin (18/5/2026).
Progres Proyek Underpass Gatot Subroto – Baros
Lanjutnya mengatakan, sampai saat ini progres baru sebatas tahap persiapan pengajuan lelang atau tender. Belum menyentuh pekerjaan fisik di lapangan.
Kondisi kawasan yang seharusnya menjadi lokasi proyek pun kini tampak berantakan dan kumuh pasca pembongkaran bangunan-bangunan yang ada di lokasi tersebut. Pembongkaran dilakukan atas kesepakatan pemilik lahan (sebagian besar aset TNI).
Wilman menegaskan, penataan lingkungan di lokasi itu pun menjadi tanggung jawab pihak provinsi.
“Kalau dibongkar tapi tidak jadi dibangun, yang rugi dan menderita itu masyarakat Cimahi. Kawasan jadi tidak terawat, sementara harapan warga sudah tinggi. Ini yang paling kami khawatirkan, kerugian besar bakal warga rasakan kalau proyek gagal terlaksana,” katanya.
Underpass Gatot Subroto – Baros rencana akan membentang dari depan Kafe Bagi Kopi dekat Pusdikpom hingga menembus kawasan Pussen Arhanud di dekat Taman Kartini.
Solusi ini diharapkan menjadi obat ampuh mengatasi dua masalah besar sekaligus, yaitu kemacetan parah, serta risiko kecelakaan di perlintasan sebidang rel kereta.
“Tujuannya murni demi keselamatan dan kenyamanan warga. Kalau sampai proyek ini batal atau tertunda terus, dampak negatifnya akan sangat terasa bagi seluruh warga Kota Cimahi,” ujarnya.
Menanti Kepastian
Kekhawatiran Wilman makin bertambah mengingat batas waktu penyelesaian ditetapkan akhir Desember 2026. Sementara sampai sekarang belum ada tanda dimulainya pekerjaan.
“Waktu sangat mepet sekali. Kalau baru mau mulai sekarang, saya pun ragu apakah bisa selesai tepat waktu atau malah molor panjang,” tambahnya.
Tak hanya soal waktu, pembangunan underpass Gatot Subroto – Baros juga diprediksi akan memengaruhi sejumlah bangunan penting. Seperti Kantor Pos dan Telkom yang kemungkinan besar harus relokasi atau penyesuaian lahannya.
“Kami hanya bisa menunggu arahan resmi. Kami ingin sekali membangun, tapi tanpa petunjuk dan kewenangan, kami tak bisa berbuat banyak. Semoga kekhawatiran kami ini tidak menjadi kenyataan buruk,” pungkas Wilman. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

10 hours ago
7

















































