Penampakan Mahkota Binokasih Pukau Bupati Garut di Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

18 hours ago 12

harapanrakyat.com,- Kemeriahan mewarnai jalanan Kabupaten Garut saat gelaran Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda berlangsung pada Selasa (5/5/2026) malam. Ribuan warga antusias menyaksikan iring-iringan budaya. Salah satu sorotan utama dalam kirab ini adalah penampakan Mahkota Binokasih, sebuah simbol kedaulatan Kerajaan Sunda/Pajajaran yang legendaris.

Mahkota Binokasih merupakan peninggalan sejarah terbuat dari emas murni dengan bobot cukup berat. Sebelum dikirab menggunakan kereta kencana, mahkota tersebut disimpan dalam kotak khusus, diselimuti kain putih, serta dihiasi bunga putih yang dijaga ketat.

Baca Juga: Hadir di Milangkala ke-84 Sesepuh Budaya Abah Alam, Ngatiyana Tegaskan Pelestarian Budaya Sangat Penting

Bupati Garut Terkesima Melihat Penampakan Mahkota Binokasih

Bupati Garut, Abdusy Syakur, mendapatkan kesempatan langka untuk melihat langsung fisik mahkota tersebut dari dekat. Syakur tampak terkesima dan seolah baru pertama kali melihat wujud asli mahkota kebanggaan masyarakat Sunda tersebut.

“Tadi Pak Bupati lihat langsung, ya sepertinya emas. Beratnya tentu kami tidak tahu, tapi katanya memang lumayan berat,” ujar Agus Abar, orang dekat Bupati Syakur.

Baca Juga: 20 Kuda Kavaleri TNI AD Meriahkan Kirab Mahkota Binokasih di Kawali Ciamis

Acara dimulai sekitar pukul 19.30 WIB dari Markas Korem 062 Tarumanegara. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi memimpin iring-iringan dengan menunggangi kuda kavaleri menyusuri rute sepanjang 2 KM melewati Jalan Bratayuda hingga Jalan A. Yani.

Meski hujan lebat sempat mengguyur, semangat warga tidak surut. Ribuan orang tetap memadati sepanjang rute menuju titik finish di Alun-alun pusat kota Garut untuk menyaksikan rombongan kesenian dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Baca Juga: Sumedang Jadi Titik Awal Kirab Mahkota Binokasih, Simbol Kebangkitan Budaya Sunda

Iring-iringan kirab diawali oleh penampilan kesenian Surak Ibra yang memukau. Setibanya di Alun-alun Garut, Dedi Mulyadi menyuguhkan berbagai pentas kesenian tradisional sebagai hiburan bagi masyarakat yang hadir.

Gelaran ini menjadi pengobat rindu bagi warga Garut terhadap seni tradisional yang kini mulai jarang dijumpai di ruang publik. Dengan adanya kirab ini berharap nilai-nilai budaya Tatar Sunda tetap terjaga dan generasi muda bisa mengenalnya. (Pikpik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |