Penemuan Fosil Tulang Ekor Ornithomimosaurs, Dinosaurus Mirip Burung Unta

9 hours ago 9

Fosil tulang ekor Ornithomimosaurs ditemukan kalangan ilmuwan. Penemuan arkeologis tersebut ada di Pulau Denman. Karena penemuan ini, tentu bisa membuka lembaran baru di dalam sejarah prasejarah kawasan Amerika Utara.

Baca Juga: Mengenal Pegomastax Africanus, Dinosaurus Herbivora dengan Taring Tajam

Terlebih lagi, fosil tersebut rupanya sudah berusia 80 juta tahun. Hal ini bisa jadi bukti bahwa kelompok dinosaurus yang mirip burung unta modern nyatanya pernah hidup di wilayah pesisir Pasifik.

Fosil Tulang Ekor Ornithomimosaurs Ditemukan

Ilmuwan saat ini tengah sibuk meneliti fosil tulang ekor yang ditemukan belum lama ini. Penemuan tersebut sebenarnya hanya berupa potongan kecil tulang saja. Kendati demikian, dari potongan kecil tulang tersebut bisa mengungkap berbagai informasi menarik dan penting bagi ilmuwan.

Saat menelitinya, rupanya fosil ini milik kelompok Ornithomimosaurs. Hewan purba tersebut termasuk kategori Theropoda. Karena hal itu, hewan ini memiliki karakteristik fisik yang unik.

Pemanfaatan Teknologi Mutakhir

Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa fosilnya hanya berupa potongan kecil tulang saja. Hal ini menyulitkan ilmuwan dalam menelitinya. Meski begitu, ilmuwan tidak pantang menyerah.

Supaya bisa meneliti fosil tulang ekor Ornithomimosaurs secara lebih mendalam, ilmuwan memanfaatkan teknologi mutakhir. Teknologi tersebut berupa model tiga dimensi dan melakukan pemindaian CT Scan. Pemanfaatan teknologi ini tidak lain untuk menganalisis fosil secara lebih mendetail sehingga bisa memastikan identitasnya.

Baca Juga: Penemuan Fosil Gigi Maiasaura peeblesorum, Indukan yang Keibuan

Perpaduan antara model 3D dan pemindaian CT Scan sangat efektif dalam membandingkan koleksi fosil yang ada di beragam museum dunia. Dari penelitian dengan melibatkan teknologi canggih ini, ilmuwan bisa mendapatkan hasil analisis tersendiri. Hasilnya memperlihatkan bahwa struktur tulangnya identik dengan ruas ekor ke-10 keluarga Ornithomimosaurs.

Karena hasil analisis ini sudah keluar, ilmuwan pun semakin yakin bahwa tulangnya tidak berasal dari kelompok Theropoda yang lainnya. Misalnya saja Tyrannosaurus. Identifikasi spesiesnya pun jadi lebih jelas dan bahkan bisa menguap karakteristik lainnya.

Karakteristik Ornithomimosaurs

Dari fosil tulang ekor Ornithomimosaurs nyatanya bisa mengungkap bagaimana karakteristik fisiknya. Hewan purba ini sering mendapat julukan sebagai peniru burung. Alasannya karena hewan purba tersebut memiliki morfologi yang mirip dengan burung unta modern saat ini.

Hewan tersebut bisa berlari cepat dengan menggunakan dua kaki belakang untuk berpindah tempat. Sementara untuk ciri fisik lainnya, hewan ini memiliki tubuh ramping dengan leher panjang. Kemudian hewan tersebut juga memiliki kepala berukuran kecil dengan paruh tanpa gigi.

Menurut penelitian ilmuwan, hewan tersebut periode hidupnya di zaman Kapur. Hal ini berarti sekitar 145 sampai 66 juta tahun yang lalu. Temuannya ada di Pulau Denman yang masuk British Columbia, Kanada.

Proses Perjalanan Fosil Ornithomimosaurs

Selain berupaya untuk meneliti spesies dan karakteristiknya, ilmuwan rupanya juga penasaran dengan proses perjalanan fosilnya. Kenapa fosil hewan purba tersebut bisa sampai di Kanada. Hal ini karena habitat aslinya ada di daratan. Akan tetapi, posisi temuannya ada di pulau.

Hal ini memang terasa janggal. Di sisi lain, tim ilmuwan semakin antusias untuk meneliti fosil tulang ekor Ornithomimosaurs. Studi ini sendiri sudah resmi terpublikasi lewat jurnal FACETS. Untuk mengungkap rasa penasaran tersebut, tim peneliti mengajukan sejumlah teori ilmiah. Berikut beberapa diantaranya.

Aktivitas Hewan yang Memakan Bangkai

Salah satu teori ilmiahnya berkaitan dengan aktivitas hewan yang memakan bangkai. Ada kemungkinan hewan pemakan bangkai bergerak memindahkan bagian tubuh Ornithomimosaurs dari daratan ke area pesisir.

Arus Pesisir Pantai

Teori ilmiah lainnya yang juga berkaitan dengan proses perjalanan fosil tersebut ialah arus pesisir pantai. Tulang hewannya mungkin saja terbawa arus air yang kuat. Bisa juga karena dorongan ombak yang besar di garis pantai purba saat itu.

Bangkai yang Mengapung

Teori ilmiah berikutnya ialah kemungkinan bangkai yang mengapung. Tubuh hewan purba yang telah mati ada kemungkinan besar hanyut ke laut. Kemudian terombang-ambing arus sebelum akhirnya jadi tenggelam. Setelah itu, mengendap di dasar lautan yang saat ini jadi daratan pulau.

Baca Juga: Kehidupan Bayi Dinosaurus T Rex Terungkap Lewat Penemuan Fosil Tahap Embrio

Fosil tulang ekor Ornithomimosaurs memang mencuri perhatian kalangan ilmuwan. Rupanya dari fosil tulang ekor bisa mengungkap karakteristik Ornithomimosaurs ini secara detail. Kendati demikian, tentu masih membutuhkan penelitian secara lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran sejarah lainnya. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |