Di tengah hiruk-pikuk Kota Magelang, berdiri kokoh sebuah bukit setinggi 503 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang dikenal sebagai Gunung Tidar. Destinasi ini bukan sekadar ruang terbuka hijau, melainkan simbol spiritualitas, sejarah perjuangan, dan pusat konservasi yang kini telah bertransformasi menjadi Kebun Raya Gunung Tidar (KRGT).
Gunung Tidar mendapat julukan sebagai “Pakunya Tanah Jawa” karena mitosnya yang dianggap sebagai penyeimbang agar Pulau Jawa tidak goyah. Kawasan ini merupakan magnet bagi peziarah berkat keberadaan makam dan petilasan tokoh-tokoh besar. Seperti Syekh Subakir, ulama asal Persia yang menyebarkan Islam di Nusantara.
Salah satu kisah paling ikonik adalah misteri perjanjian damai antara Syekh Subakir dengan penguasa gaib, Kyai Semar. Konon, tombak pusaka Kyai Sepanjang digunakan oleh sang ulama untuk menaklukkan energi negatif di tanah ini. Hingga kini diabadikan sebagai salah satu petilasan yang dikeramatkan.
Baca Juga: Pesona Negeri Kahyangan Magelang: Destinasi Wisata Tol Viral dengan Kastel di Atas Awan
Kebun Raya Gunung Tidar sebagai Paru-Paru Kota
Sejak 12 Januari 2021, Gunung Tidar resmi menyandang status kebun raya, beralih dari status sebelumnya sebagai hutan kota. Dengan luas mencapai 70,1 hektar, KRGT kini menjalankan fungsi konservasi ex-situ bagi ratusan jenis tumbuhan.
Berdasarkan data terbaru, terdapat sekitar 111 jenis tanaman dan puluhan fauna yang menghuni ekosistem ini. Wisatawan dapat dengan mudah menjumpai kawanan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) yang hidup berkelompok di sepanjang jalur pendakian.
Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi habitat bagi 17 jenis burung dan berbagai satwa lain, seperti bajing dan landak.
Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, Pemerintah Kota Magelang melalui UPT Kebun Raya Gunung Tidar menghadirkan inovasi “Mas Pandu” (Mekanisme Pelayanan Eduwisata). Layanan ini memudahkan pendaftaran kunjungan melalui online. Sekaligus menyediakan pendampingan edukasi terkait botani dan budaya.
Selain itu, pihak pemerintah mulai menerapkan sistem e-ticketing untuk mendukung gerakan non-tunai. Harga tiket masuk pun sangat terjangkau, yaitu Rp 5.000 untuk wisatawan domestic, dan Rp 10.000 bagi wisatawan mancanegara.
Baca Juga: Tempat Wisata di Magelang yang Ngehits
Panduan dan Tips Wisata ke Gunung Tidar
Bagi yang berencana berkunjung ke Kebun Raya Gunung Tidar, berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda perhatikan agar perjalanan nyaman:
Persiapkan Fisik: Pengunjung harus menapaki setidaknya 1.002 anak tangga untuk mencapai puncak.
Pakaian Sopan: Mengingat area ini adalah destinasi wisata religi, pakailah busana yang sopan untuk menghormati para peziarah.
Waspada Jalur Turun: Jangan salah memilih jalur saat turun. Karena salah satu rute dapat mengarah langsung ke area terlarang atau lapangan tembak Akademi Militer.
Baca Juga: Menjelajahi Sejarah Tegal di Kampoeng Goetji 1930: Wisata Nostalgia Tanpa Listrik di Lereng Slamet
Fasilitas Sekitar: Setelah lelah mendaki, wisatawan dapat menikmati kuliner di sekitar kawasan Magersari, seperti Wisata Kuliner Kartika Sari atau Lembah Tidar.
Kebun Raya Gunung Tidar membuktikan bahwa harmoni antara nilai sejarah, kekuatan spiritual, dan kelestarian ekologis dapat berjalan beriringan di tengah kemajuan perkotaan. Bagi pecinta alam dan pemburu sejarah, “Paku Tanah Jawa” ini adalah destinasi wajib saat berkunjung ke Magelang. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

6 hours ago
9

















































