Respons Pengupas Bawang Pasar Kota Banjar soal Prabowo Sebut Upah Rp700 Ribu per Kilogram 

5 hours ago 8

harapanrakyat.com,- Pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyebut seorang buruh pengupas bawang bernama Susanah mendapat upah hingga Rp700 ribu per kilogram menjadi perhatian publik. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pernyataan itu kemudian mendapat respons dari pekerja dan pedagang bawang di sejumlah daerah, termasuk pengupas bawang di Pasar Tradisional Kota Banjar, Jawa Barat.

Salah seorang pengupas bawang di Pasar Kota Banjar, Ade, mengaku terkejut mendengar besaran upah yang disebut Presiden Prabowo. Namun, ia menanggapinya dengan santai karena nominal tersebut tidak sesuai dengan upah yang diterimanya selama bekerja.

Baca Juga: Pengibaran Bendera Merah Putih Berukuran Raksasa di Jajawar Kota Banjar, Jadi Cara Promosikan Wisata

Menurut Ade, upah pengupas bawang hingga Rp700 ribu per kilogram sangat besar dan tidak sebanding dengan kondisi harga bawang di pasar.

“Enggak ada kayaknya segitu mah. Kalau di sini kayaknya belum ada. Mudah-mudahan sampai Rp700 ribu,” ujar Ade kepada Harapanrakyat.com, Minggu (16/8/2026).

Ade mengaku sudah sekitar tiga tahun bekerja sebagai pengupas bawang di Pasar Banjar. Ia biasanya mulai bekerja sejak pukul 04.00 WIB hingga sekitar pukul 15.30 WIB.

Sistem pembayaran yang diterimanya juga bukan berdasarkan kilogram, melainkan dihitung secara harian. Dalam sehari, Ade mengaku rata-rata mampu mengupas bawang sedikitnya satu kuintal.

Ade tidak menyebut secara rinci nominal upah yang diterimanya. Namun, ia menyebut penghasilannya dalam sehari bisa mencapai sekitar Rp100 ribu dan sudah termasuk makan.

“Oh, rahasia lah, ya. Tapi kalau satu hari rata-rata minimal bisa sampai satu kuintal. Mudah-mudahan (bisa sampai Rp700 ribu),” katanya.

Ade juga mengaku tidak muluk-muluk berharap mendapat upah Rp700 ribu per kilogram. Baginya, penghasilan dari pekerjaan tersebut yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Enggak mungkin. Enggak terlalu muluk-muluk saya mah, biasa aja. Yang penting ada buat sehari-hari,” ujarnya.

Pengupas Bawang Pasar Kota Banjar Dibutuhkan saat Ramai

Sementara itu, pedagang bawang di Pasar Banjar, Fahrezi, mengatakan dirinya saat ini tidak menggunakan tenaga pengupas bawang karena omzet penjualannya sedang menurun.

Namun, ketika penjualan sedang ramai, Fahrezi biasanya mempekerjakan pengupas bawang dengan sistem pembayaran berdasarkan jumlah karung.

“Upahnya itu hitungannya karungan gitu, sekarung Rp5.000. Untuk hasilnya tergantung, kadang ada yang 20 karung, ada yang 15 karung, tapi enggak sampai Rp700 ribu,” kata Fahrezi.

Menurut Fahrezi, upah pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram seperti yang disebutkan Presiden Prabowo sulit diterapkan di pasar. Pasalnya, harga bawang sendiri berada di kisaran Rp30 ribu per kilogram.

Baca Juga: Kata BPKPD Soal Aset Banjar Waterpark yang Dipertanyakan Gibas

“Enggak, enggak sampai Rp700, enggak lah, enggak akan mungkin. Harga bawangnya aja enggak sampai segitu,” tandasnya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |