harapanrakyat.com,- Dugaan penganiayaan yang disebut terjadi usai acara hiburan band di kawasan Pantai Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, sempat menghebohkan warga. Seorang pria berinisial GN mengaku kepada warga dipukuli sepulang nonton hiburan band. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, jajaran Polres Pangandaran mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.
Dalam kondisi mengalami luka, GN mendatangi warga Dusun Sanghiangkalang, Desa Batukaras, Kecamatan Cijulang, untuk meminta pertolongan. Berdasarkan keterangan warga, saat itu GN diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol.
Menindaklanjuti laporan warga pada Minggu, 5 Juli 2026 sekitar pukul 03.18 WIB, personel Polsek Cijulang bersama anggota Resmob Polres Pangandaran langsung mendatangi lokasi. Polisi membawa GN ke Puskesmas Cijulang untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Libur Panjang, Polres Pangandaran Perketat Keamanan di Objek Wisata Pantai
Di Puskesmas, petugas memperoleh keterangan dari saksi korban AWA yang menjelaskan bahwa dirinya bersama GN sebenarnya mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal saat mengendarai sepeda motor Vespa berwarna biru. Kendaraan yang dikendarai GN oleng dan masuk ke dalam parit. AWA juga menerangkan bahwa sebelum kejadian keduanya diduga berada dalam pengaruh minuman beralkohol.
Petugas kemudian melakukan pengecekan ke lokasi dan menemukan sepeda motor korban di dalam parit dekat Tempat Pelelangan Ikan Sanghiangkalang, Batukaras. Kendaraan selanjutnya diamankan ke Polsek Cijulang, sementara keluarga kedua korban dihubungi.
Tak Dipukuli Usai Nonton Band, Pria di Pangandaran Alami Kecelakaan
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui Kapolsek Cijulang Iptu Dimas mengatakan, hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi memastikan bahwa tidak ditemukan adanya peristiwa penganiayaan. Tidak benar korban dipukuli usai nonton band.
Baca Juga: Polres Pangandaran Dalami Oknum Wartawan Catut Nama Anggota Polsek Parigi
“Hasil penyelidikan menunjukkan luka yang dialami GN bukan akibat dipukul, melainkan akibat kecelakaan lalu lintas tunggal. Informasi awal mengenai dugaan pemukulan tidak terbukti setelah dilakukan penyelidikan secara menyeluruh,” kata Dimas, Minggu (5/7/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengutamakan keselamatan dengan tidak mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
“Tentu masyarakat harus lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujarnya. (Kiki Masduki/R9/HR-Online/Editor-Dadang)

1 month ago
110

















































