Sejarah Candi Kidal Peninggalan Kerajaan Singasari yang Ditemukan Thomas Stamford Raffles

3 hours ago 5

harapanrakyat.com,- Catatan sejarah Candi Kidal selalu memberikan wawasan mendalam terkait kekayaan sejarah Indonesia di masa lampau. Monumen purbakala ini terletak di sebuah wilayah yang bernama Desa Rejo Kidal, Kecamatan Tumpang. Lokasi bangunan suci ini hanya berjarak sekitar dua puluh kilometer ke arah timur Kota Malang.

Pada mulanya, bangunan bersejarah ini didirikan secara khusus pada sekitar tahun 1248 masehi silam. Kemudian, tujuan utamanya adalah sebagai tempat pendharmaan bagi sang raja kedua Kerajaan Singasari bernama Anusapati. Beliau sangat dihormati oleh rakyatnya agar kelak mendapat sebuah kemuliaan abadi sebagai Dewa Syiwa Mahadewa.

Baca juga: Mengungkap Jejak Sejarah Candi Jago di Jawa Timur

Berdasarkan catatan kuno Kitab Negarakertagama, sang raja dulunya meninggal akibat sebuah tragedi perebutan kekuasaan takhta. Selain itu, wafatnya pemimpin hebat ini sering dikaitkan dengan kutukan mematikan dari keris Empu Gandring. Oleh karena itu, monumen peninggalan kerajaan ini menjadi saksi bisu dari drama politik pada masa itu.

Setelah terkubur berabad-abad lamanya, situs budaya kuno ini akhirnya ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles tahun 1817. Sesudah penemuan itu, pemerintah Hindia Belanda segera melakukan berbagai upaya pembersihan area dari rimbunnya pepohonan. Bahkan, proses pemugaran menyeluruh juga sempat dilakukan demi mengembalikan keindahan arsitektur aslinya pada tahun 1990-an.

Awal Mula Sejarah dan Arsitektur Candi Kidal

Sebagai sebuah warisan berharga, situs budaya ini mewarisi perpaduan corak arsitektur khas Jawa Tengah dan Timur. Tambahan pula, bentuk utamanya berupa denah bujur sangkar yang dilengkapi penampil pada bagian pintu masuk. Bangunan agung ini tampak sangat ramping dengan atap menjulang menyerupai sebuah piramida berujung bentuk kubus.

Sementara itu, material utama penyusun monumen arkeologi masa lalu ini adalah batuan andesit yang kuat. Namun demikian, bagian dasar serta fondasi bangunan suci ini sengaja dibuat menggunakan susunan bata merah. Di samping itu, setiap sudut kaki bangunan dihiasi ukiran arca singa yang tampak sedang duduk.

Baca juga: Fakta Menarik Seputar Sejarah Candi Dwarawati di Dataran Tinggi Dieng

Bagian tubuh bangunan ini berdiri kukuh di atas sebuah batur kaki yang lumayan cukup tinggi. Kemudian, posisi ruang utama sengaja digeser sedikit ke arah belakang dari titik pusat kaki bangunan. Relung-relung di sekeliling dinding saat ini tampak kosong tanpa adanya patung dewa penjaga sama sekali.

Daya Tarik Candi Kidal

Daya tarik paling utama dari tempat ini terletak pada pahatan indah kisah Garudeya di dinding. Selanjutnya, cara membaca cerita relief ini harus dilakukan berlawanan dengan arah putaran normal jarum jam. Metode unik yang bernama prasawiya ini memang sengaja diterapkan untuk sebuah ritual pemujaan arwah leluhur.

Pahatan pertama secara jelas menampilkan sosok Garuda yang sedang menggendong tiga ekor ular berukuran besar. Begitu pula, adegan kedua menceritakan burung mitologi tersebut sedang membawa guci berisi air suci kehidupan. Pada akhirnya, relief ketiga menunjukkan keberhasilan sang Garuda saat menyelamatkan ibunya dari jeratan sebuah perbudakan.

Baca juga: Menyingkap Pesona dan Sejarah Candi Setyaki di Kawasan Dieng

Rangkaian kisah epik tersebut merupakan wujud bakti Raja Anusapati kepada ibunda tercintanya yakni Ken Dedes. Di sisi lain, pahatan indah ini dipercaya menjadi sumber inspirasi utama penciptaan lambang negara Indonesia. Nilai-nilai pembebasan ibu pertiwi dalam kisah tersebut sangat sejalan dengan semangat kemerdekaan bangsa kita sekarang.

Sampai saat ini, pelestarian warisan peradaban masa lampau ini terus diupayakan oleh pihak pemerintah secara optimal. Oleh sebab itu, kita juga harus senantiasa ikut serta dalam menjaga kebersihan lingkungan di sekitarnya. Kesimpulannya, nilai penting rentetan sejarah keberadaan Candi kuno bernama Kidal ini akan selalu abadi selamanya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |