harapanrakyat.com,- Sepanjang bulan Agustus 2026, terdapat 16 kejadian bencana kebakaran hutan dan bangunan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Menurut Kabid Damkas Satpol PP Kabupaten Pangandaran, Ade Soed, kejadian kebakaran itu terjadi dari tanggal 3 hingga 23 Agustus 2026. Bahkan dalam satu hari, ada dua sampai tiga kejadian.
“Sehari itu kejadian kebakaran hutan atau lahan, berbarengan dengan kejadian kebakaran rumah atau bangunan,” katanya, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Gara-Gara Bakar Sampah Usai Gerakan Opsih, Hutan di Parigi Pangandaran Terbakar
Kebakaran di Kabupaten Pangandaran Sepanjang Agustus 2026
Ade Soed menyebutkan, kejadian pertama kali di bulan Agustus dibuka oleh kebakaran toko buku di Kecamatan Pangandaran. Selang dua hari kemudian terjadi kebakaran hutan di Padaherang.
Lalu pada tanggal 9 Agustus, kebakaran terjadi di Desa Selasari, Kecamatan Parigi. Dimana sebuah hutan terbakar akibat tumpukan sampah yang dibakar oleh warga.
Baca Juga: Hutan Jati Milik Perhutani di Banjaranyar Ciamis Terbakar, Warga Sempat Panik
“Di hari yang sama terjadi kebakaran di pabrik Sabut kelapa di Parigi,” terangnya.
Kemudian, lanjut Ade Soed, tanggal 11 terjadi 3 kali kebakaran di Kabupaten Pangandaran. Yakni kebakaran lahan di Ciakar, kebakaran rumah di Cigugur, dan kebakaran hutan di Emplak.
Selang sehari, lahan di Pamugaran dan hutan di Selasari mengalami kebakaran. Esoknya, kebakaran lahan juga terjadi di Wonoharjo.
Tanggal 9 Agustus, kebakaran lahan di Bojongjati Pangandaran dan Karangmulya Pangandaran. Pada tanggal 22, terjadi kebakaran di Pajaten Kecamatan Sidamulih dan terakhir di tanggal 23, kebakaran lahan di Sidamulih dan Cibenda Kecamatan Parigi.
Baca Juga: Warga Pangandaran Diminta Waspada Kebakaran Hutan Saat Musim Kemarau
“Itu semua kejadian kebakaran yang berhasil ditangani oleh Damkar Kabupaten Pangandaran,” kata Ade Soed.
Sementara data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran, kerugian akibat bencana kebakaran dari Januari sampai Agustus 2026 mencapai Rp 33 juta, berdasarkan hasil Assessment. Terdiri dari kebakaran lahan dan bangunan rumah serta pabrik, dengan tingkat kerusakan yang bervariatif. (Ala/R3/HR-Online/Editor: Eva)

5 hours ago
7

















































