harapanrakyat.com,- Pemerintah mengambil langkah besar untuk memperkuat daya dorong ekonomi nasional melalui penguatan likuiditas perbankan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penempatan dana kas negara sebesar Rp 400 triliun pada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Kebijakan strategis ini sebagai respons atas ketatnya kondisi likuiditas di bank-bank plat merah. Setelah sebelumnya sebagian dana Sisa Anggaran Lebih (SAL) ditarik ke Bank Indonesia (BI).
Menteri Purbaya menjelaskan, sebelumnya pemerintah sempat memindahkan dana SAL dari Himbara ke Bank Indonesia demi mengejar imbal hasil (remunerasi) yang lebih kompetitif.
Baca Juga: Mensesneg Prasetyo Hadi Ungkap Strategi Mitigasi PHK: Dari Masalah Modal hingga Konflik Internal
Namun, kebijakan tersebut berdampak pada menipisnya ketersediaan dana segar di bank-bank BUMN untuk menyalurkan kredit.
“Rupanya jadi kering, nggak ada sumber uang lagi. Jadi kita ambil lagi (dari BI ditaruh lagi di Himbara),” jelas Purbaya kepada awak media di kantornya, Jumat (26/6/2026).
Ia mengakui bahwa penempatan dana kas negara di perbankan merupakan mesin utama bagi pertumbuhan ekonomi saat ini.
Skema Penempatan Dana Kas Negara Rp 400 Triliun
Pemerintah telah menyusun peta jalan pengembalian dan penambahan dana tersebut secara bertahap untuk memastikan stabilitas keuangan. Purbaya menyebutkan, posisi saat ini dana yang tersimpan di Himbara berada di angka Rp 170 triliun.
Sebagai tahap awal, saldo akan ditingkatkan kembali menjadi Rp 200 triliun untuk jangka panjang. Selanjutnya pemerintah akan menambah suntikan sebesar Rp 100 triliun hingga penghujung tahun 2026.
Kemenkeu juga menyiapkan dana tambahan yang bersifat standby sebesar Rp 75 triliun hingga Rp 100 triliun. Dana tambahan ini bisa dikucurkan sewaktu-waktu, sesuai kebutuhan likuiditas pasar.
Target Suku Bunga Turun dan Kredit Mengalir
Pemerintah berharap langkah masif ini mampu membawa dampak positif langsung ke sektor riil. Dengan melimpahnya likuiditas di Himbara, suku bunga di pasar dapat melandai.
Baca Juga: Bank Mandiri Resmi Masuk CIPS China, Babak Baru Kerja Sama Keuangan RI dan Tiongkok
“Sehingga cukup likuiditas di sektor perbankan kita. Jadi harusnya bunga di pasar akan turun, ekonomi akan lari lagi,” tambah Purbaya.
Meski mengucurkan dana jumbo ke perbankan, Purbaya menegaskan bahwa posisi keuangan negara masih sangat aman. Saat ini, pemerintah masih memiliki cadangan dana kas negara yang memadai di Bank Indonesia dengan nilai mencapai sekitar Rp 590 triliun. (R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
6

















































