harapanrakyat.com,- Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengeluarkan imbauan tegas bagi perusahaan otobus dan pemilik angkutan berat, khususnya truk sumbu tiga, untuk tidak lagi melintasi kawasan pendidikan Jatinangor.
Langkah strategis ini diambil guna menjamin keselamatan serta mengurai kemacetan kronis di wilayah yang menjadi pusat aktivitas ribuan mahasiswa tersebut.
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir menjelaskan, kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas berbagai aspirasi dari masyarakat, termasuk kalangan akademisi. Tingginya intensitas kendaraan besar di jalur pendidikan dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan mobilitas harian.
Baca Juga: Longsor Tutup Jalur Cadas Pangeran Sumedang, Arus Lalu Lintas Dialihkan ke Jalan Tol
Keamanan Kawasan Pendidikan Jatinangor Sumedang Jadi Prioritas
Dony menegaskan bahwa kawasan Jatinangor memiliki karakteristik khusus dengan mobilitas warga yang sangat tinggi setiap harinya. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan lalu lintas yang kondusif adalah prioritas utama.
“Kami ingin memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kelancaran arus lalu lintas di pusat pendidikan ini tetap terjaga,” ujar Dony pada Rabu (17/6/2026).
Sebagai solusinya, Pemkab Sumedang meminta para pengusaha transportasi untuk sepenuhnya memanfaatkan Jalan Tol Cisumdawu sebagai jalur utama.
Untuk mempermudah transisi ini, pemerintah telah menyiapkan skema pengalihan arus. Arah Bandung menuju Sumedang/Cirebon, pengemudi diarahkan masuk melalui Gerbang Tol Cileunyi dan melanjutkan perjalanan via Tol Cisumdawu.
Baca Juga: Truk Tangki BBM Terbakar di Tol Cisumdawu Sumedang, Kerugian Ditaksir Capai Rp3,2 Miliar
Kemudian, arah Sumedang menuju Bandung, kendaraan berat dapat mengakses Gerbang Tol Pamulihan untuk menuju arah Cileunyi.
Meskipun penggunaan jalan tol memerlukan biaya tambahan, Bupati menilai hal tersebut sangat sebanding dengan manfaat kelancaran arus dan peningkatan standar keselamatan publik yang didapat.
Mengurangi Beban Jalur Cadas Pangeran
Selain fokus pada kawasan pendidikan Jatinangor, optimalisasi Tol Cisumdawu oleh kendaraan besar diprediksi akan berdampak positif bagi jalur rawan lainnya.
“Kebijakan ini juga efektif untuk membantu mengurangi beban lalu lintas di titik-titik macet, termasuk jalur legendaris Cadas Pangeran,” imbuh Dony.
Pihak Pemkab Sumedang berharap penuh agar seluruh pelaku usaha angkutan mendukung aturan ini demi terciptanya tatanan lalu lintas yang lebih tertib, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dengan beralihnya truk besar ke jalur tol, diharapkan warga Jatinangor maupun pengguna jalan arah Sumedang dapat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan bebas hambatan. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

3 hours ago
4

















































