harapanrakyat.com,- Menjelang berlangsungnya Piala Dunia 2026, Iran lagi-lagi jatuh tertimpa tangga. Setelah mendapatkan perlakuan tak adil karena beberapa stafnya tak bisa masuk Amerika Serikat (AS), kini Iran menghadapi masalah lain.
Pasalnya AS hanya memperbolehkan perwakilan dari Iran, kecuali atlit, izin masuk yang sangat singkat. Laporan media Iran, ESPN, mengungkap bahwa staf yang boleh masuk hanya bisa datang saat pertandingan langsung.
Jika pertandingan antara Iran dan lawannya sudah selesai, maka staf harus segera pulang dari AS. Ketentuan ini tentunya membuat tim atlet kesulitan dalam menyelesaikan pertandingan dan memenuhi kebutuhannya.
Baca Juga: Kena Kritik, Ini 3 Perlakuan Buruk AS sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2026!
Menurut Duta Besar Iran di Meksiko, Pasandideh, hal ini berpotensi membuat Iran kelimpungan saat acara Piala Dunia berlangsung. “Kami bisa masuk pagi, tapi harus meninggalkan negara AS di hari yang sama setelah pertandingan usai,” jelasnya melansir ESPN pada Selasa (9/6/2026).
Soal Iran di Piala Dunia, AS Melanggar Aturan yang FIFA Buat
Berdasarkan aturan FIFA, pelatih kepala dan tiap peserta harus menghadiri konferensi pers sebelum pertandingan berlangsung. Jika kebijakan dari AS dilakukan, maka Iran tak bisa mematuhi aturan yang sudah FIFA buat.
Karenanya Iran meminta FIFA turun tangan untuk mengurai kebuntuan ini. Ia berharap sepak bola bisa menjadi ruang untuk bermain fair tanpa menambah konflik antar suatu negara.
Apalagi kebijakan yang dibuat AS dinilai tak tepat. Pasalnya sebagai tuan rumah, AS malah memperkeruh suasana dan membuat Iran tak bisa bertanding dengan optimal.
Kedutaan besar Iran di Turki akhirnya angkat bicara lewat platform media sosial X pribadinya. Pemerintah Iran mengkritik kebijakan tersebut secara terbuka.
“Jangan melanggar ketentuan yang sudah FIFA buat, AS malah mengabaikan kewajibannya sebagai tuan rumah,” tulisnya pada Selasa (9/6/2026).
Iran Sebut AS Ingin Perluas Permusuhan
Pemerintah Iran mempertanyakan mengapa AS membuat regulasi yang tak menguntungkan bagi negaranya. Mengingat sepak bola dan politik adalah dua hal yang berbeda.
Selain mempertanyakan masalah visa yang belum usai, Iran juga menilai AS tak memperlakukan Iran setara dengan tim lainnya. Diskriminasi yang AS lakukan tak sejalan dengan asas sportivitas yang di junjung oleh sepak bola.
“AS membawa perlakuan diskriminatif ke ranah yang lebih luas untuk Iran,” sambungnya.
Baca Juga: Ini Daftar Tim Kuda Hitam yang Siap Beri Kejutan di Piala Dunia 2026
Iran menyebut AS memperluas permusuhan hingga merampas hak Iran untuk mengikuti Piala Dunia 2026 dengan baik. Dari pihak AS belum ada informasi lebih lanjut untuk tanggapan atas kasus ini. (Revi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

9 hours ago
8

















































