Jawa Barat Jadi Tuan Rumah IES Expo 2026, Menag Puji Kebersamaan Dedi Mulyadi dengan Masyarakat

8 hours ago 7

harapanrakyat.com,- Jawa Barat resmi menjadi tuan rumah Indonesia Ekonomi Syariah Forum Expo (IES Expo) 2026, setelah berlangsung di Nusa Tenggara Barat pada 2025.

Penetapan ini berdasarkan penunjukan dan hasil arahan dari Kementerian Agama (Kemenag). Tujuannya untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional maupun memperluas kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

Selain itu, Jawa Barat ini memiliki potensi besar terhadap pengembangan ekonomi maupun keuangan syariah.

Baca Juga: Soroti Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Buka Opsi Gandeng Barak Militer untuk Pembinaan

Belum lagi di Jawa Barat terdapat banyak pondok pesantren, pelaku usaha halal serta institusi pendidikan yang mendapat dukungan dari Pemprov untuk menguatkan pemberdayaan ekonomi umat dan industri halal.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengatakan, peluncuran Jawa Barat sebagai tuan rumah IES Expo 2026 beriringan dengan momentum berkumpulnya ribuan warga dalam menyambut Tahun Baru Hijriah 1 Muharram.

“Luar biasa, begitu tumpah ruah dengan motivasi cinta. Kami harap Jawa Barat jadi cermin sebagai pusat kerukunan umat dan warga. Jadi sekalian hari ini kami ucapkan Bismillahirrohmanirrohim IES kami resmikan di Jawa Barat,” kata Nasaruddin di Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).

Saat mengunjungi Masjid Raya Al Jabbar, Nasaruddin mengaku terpukau melihat keharmonisan hubungan dan sinergi antara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan dengan masyarakatnya.

“Masyarakat mencintai Gubernur, sebaliknya Gubernur mencintai dan memprioritaskan untuk kesejahteraan rakyatnya. Inilah contoh yang bagus untuk ke depan. Inilah Indonesia dan inilah Islam” ujarnya.

IES Expo 2026, Dedi Mulyadi akan Revitalisasi ‘Tajug’ Kampung Lewat Dana Desa

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa kerukunan dan kesejahteraan umat harus ditopang oleh penguatan rumah ibadah di tingkat hulu masyarakat.

Menurut Dedi, Jawa Barat tidak lagi membutuhkan pembangunan masjid-masjid megah berskala besar, melainkan fokus pada pembenahan musala atau surau kampung atau tajug.

“Kalau masjid-masjid yang megah itu sudah banyak di Jawa Barat. Yang penting hari ini secara bertahap nanti terintegrasi dengan bantuan dana desa, mengembangkan masjid dan tajug di lingkungan masyarakat,” kata Dedi.

Pemprov Jawa Barat akan merealisasikan hal itu melalui integrasi anggaran pengembangan masjid dan tajug melalui bantuan dana desa.

Sehingga, proses pengajuan dan pengelolaan biaya operasionalnya dapat dilepaskan kepada swadaya masyarakat setempat, tanpa harus dibebani oleh pembentukan struktur Dewan Kemakmuran Masjid (DKM).

Baca Juga: Dedi Mulyadi Klaim PCMB Sukses Mitigasi Problem Jelang SPMB Jabar 2026

“Yang tidak perlu lagi kamj bangun DKM lagi, menyiapkan biaya operasional ketika nanti masjidnya dibangun kan nanti akan dikelola oleh mereka,” ujarnya. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |