Asteroid 2026 JN4 seketika menyita perhatian kalangan ilmuwan. Alasannya karena asteroid tersebut kabarnya jatuh di Indonesia pada hari Jumat, 15 Mei 2026. Lebih tepatnya di perairan Laut Arafura.
Baca Juga: Asteroid 2026 JH2 Melintas Dekat Bumi, Buka Peluang Pengamatan dengan Teleskop Amatir
Penampakan asteroid ini pun termasuk fenomena astronomi yang langka. Karena fenomena tersebut, tak sedikit masyarakat yang khawatir dan takut dengan dampaknya. Menjawab rasa kekhawatiran tersebut, kalangan astronom memberikan penjelasan detailnya.
Asteroid yang sedang jadi sorotan ini memiliki ukuran mini. Kabarnya objek ini berukuran berkisar 1,5 m. Meski begitu, batuan luar angkasa ini bisa menembus atmosfer planet Bumi. Saat bergesekan dengan atmosfer Bumi, hanya sebagian besar massanya yang berdiameter sekitar 1 m menguap.
Karena hal itu, hanya sebagian kecil dengan cakupan beberapa kg asteroid saja yang bisa menyentuh paras planet Bumi. Kendati demikian, sulit untuk menemukan asteroid tersebut. Mengingat, jatuhnya di perairan laut.
Penjelasan Astronom
Seorang astronom amatir bernama Marufin Sudibyo dari Lembaga Ekuivalensi Ekliptika memberikan penjelasan tersendiri terkait fenomena tersebut. Menurut penjelasannya, hanya sebagian kecil asteroid 2026 JN4 ini yang bisa sampai di permukaan Bumi sebagai meteorit. Mengingat, hal tersebut terjadi karena melewati fase gesekan ekstrem dengan atmosfer Bumi.
Berubah Jadi Meteor Superterang
Sebelum asteroid ini jatuh, rupanya memasuki atmosfer Bumi di titik selatan garis perbatasan Indonesia dan Papua Nugini. Titik tersebut memiliki sudut lintasan hingga 18 derajat. Saat proses tersebut, asteroid ini jadi meteor superterang atau terkenal dengan istilah fireball.
Baca Juga: Okultasi Asteroid Strenua, Fenomena Langka di Langit Indonesia
Cahayanya tampak begitu jelas membelah langit malam di bagian Selatan. Informasi menarik ini berhasil dihimpun oleh kalangan astronom dengan waktu 3,5 jam sebelum memasuki planet Bumi. Para astronom memang kesulitan untuk mendeteksinya karena asteroid ini memiliki ukuran sangat kecil.
Ketika para astronom berhasil mendeteksinya, lantas langsung melakukan pengamatan. Karena waktunya sangat singkat, pengamatan hanya bisa dilakukan dari 6 titik di seluruh dunia. Dari pengamatan tersebut, astronom turut berhasil mengungkap karakteristik asteroid mini 2026 JN4 ini.
Karakteristik Objek 2026 JN4
Batuan luar angkasa ini memiliki karakteristik khas dan masuk kategori Apollo. Kelas Apollo itu sendiri ialah gerombolan asteroid yang dekat dengan planet Bumi. Asteroid tersebut mempunyai lintasan orbit yang memotong orbit planet Bumi dan Mars.
Untuk karakteristiknya, asteroid ini memiliki orbit yang cukup lonjong. Tingkat kelonjangannya sendiri hingga 0,3. Hal ini turut populer dengan istilah eksentrisitas.
Sebelum jatuh di perairan Indonesia, batuan luar angkasa tersebut rupanya mengelilingi matahari. Akan tetapi, orbitnya tidak stabil. Kalangan astronom juga mengungkap bahwa bidang edar asteroid 2026 JN4 ini mirip atau tak sejajar dengan bidang edarnya planet Bumi. Sudut kemiringan atau inklinasinya pun hingga 12 derajat.
Lebih lanjut, kalangan astronom menyebut orbit objek ini membentang dari jarak dekat planet Bumi sampai sejauh 1,98 SA (Satuan Astronomi). Hal ini adalah sisi dalam sabuk asteroid utama. Sekali mengelilingi matahari, asteroid tersebut ternyata memiliki periode orbital hingga 620 hari.
Dampak Terhadap Bumi
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa sebagian masyarakat merasa khawatir dengan dampak asteroid ini jatuh di Indonesia. Berkaitan dengan hal itu, para astronom menyebut belum ada rekaman yang memperlihatkan bagaimana proses masuk asteroid ini ke atmosfer. Oleh sebab itu, kalangan astronom juga belum menemukan laporan tentang dampaknya di permukaan tanah.
Dalam penelusurannya, astronom menduga asteroid 2026 JN4 ini terbakar habis. Meskipun begitu, fragmen kecil yang bisa sampai permukaan Bumi tak bisa dikesampingkan. Hal yang pasti, objek ini termasuk salah satu batuan luar angkasa terkecil dekat Bumi yang selama ini pernah terlacak sebelum memasuki atmosfer.
Pelacakan Objek Terkecil Dekat Bumi
Perlu untuk diketahui bahwa objek luar angkasa seperti ini biasanya dilacak oleh badan internasional bernama Minor Planet Center. Lembaga ini menyimpan catatan mengenai ratusan ribu planet kecil. Belasan ribu diantaranya termasuk objek yang dekat dengan Bumi.
Baca Juga: Asteroid God of Chaos, Fakta Menarik dan Mitos di Balik Apophis yang Mendekati Bumi
Saat orbit suatu objek dekat Bumi dinilai perlu mendapatkan perhatian penuh, maka pihak yang melacaknya jatuh ke tangan Center for Near-Earth Object Studies NASA. Hal ini untuk mendapatkan perhitungan dampaknya secara lebih rinci. Pengamatannya pun bisa lebih detail. Terlepas dari hal itu, asteroid 2026 JN4 semakin ramai dibicarakan saat ini. Bagaimana tidak, ukuran asteroid 2026 JN4 yang hanya sebesar manusia nyatanya bisa sampai di Bumi. (R10/HR-Online)

18 hours ago
13

















































