harapanrakyat.com,- Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat, bakal melakukan pemetaan minat terhadap lulusan SMP/MTs sebelum membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 tahap 1 dan 2.
Kepala Disdik Jawa Barat, Purwanto mengatakan, setelah tahap sosialisasi SPMB, pihaknya akan membagikan akun pendaftaran kepada seluruh lulusan SMP dan MTs.
Akun ini berfungsi untuk memetakan minat dan arah melanjutkan studi para siswa kelas 9 atau lulusan SMP/MTs. Baik ke jenjang SMA, SMK, serta Madrasah Aliyah (MA) negeri maupun swasta.
Baca Juga: Buka Masa Sosialisasi SPMB, Disdik Jawa Barat Tegaskan Tidak Ada Jalur Zonasi untuk Sekolah Maung
“Pemetaan minat berlangsung dari 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Kami sangat membutuhkan kerja keras dari para orang tua, guru, serta kepala sekolah di tingkat SMP untuk mengawal anak-anak kita, agar seluruh lulusan mendaftarkan diri,” kata Purwanto, Senin (18/5/2026).
Purwanto menjelaskan, bagi calon murid baru yang tidak lolos ke Sekolah Manusia Unggul (Maung), dan belum terakomodasi dalam proses pemetaan minta, mereka bisa mengikuti SPMB tahap 1 dan 2. Pembukaan SPMB tahap 1 akan berlangsung dari 15 Juni 2026. Sedangkan pembukaan tahap 2 mulai 30 Juni 2026.
Baca Juga: 41 SMA dan SMK Favorit di Jawa Barat Berubah Jadi Sekolah Maung, Bakal Ada Kurikulum Khusus
“Yang tidak lolos Sekolah Maung dan belum terakomodasi pemetaan minat, bisa mengikuti SPMB tahap 1 pada 15 Juni. Atau tahap 2 pada 30 Juni 2026,” jelasnya.
Purwanto menyebut, total lulusan SMP dan MTs tahun ini tercatat sebanyak 826.996 orang. Sedangkan, daya tampung SMA, SMK, MA negeri dan swasta di Jawa Barat mencapai 909.183 kursi atau 109,93 persen.
“Daya tampung sekolah negeri dan swasta mencapai 109,93 persen atau 909.183. Jadi, lulusan SMP dan MTs bisa tertampung dengan baik di sekolah negeri maupun swasta,” tambahnya.
Berdasarkan data tersebut, sekolah negeri mampu mengakomodasi sebanyak 363.067, terdiri SMA negeri 195.344 kursi, SMK negeri 124.217 kursi, Sekolah Maung 21.000 kursi. Serta MA negeri 21.888 kursi.
Sedangkan, daya tampung sekolah swasta mulai dari SMA, SMK, dan MA mencapai 546.116 kursi. Jumlah tersebut jauh lebih besar daripada sekolah negeri.
Baca Juga: Kick Off SPMB Tahun 2026 di Cimahi, Wali Kota Pastikan Bebas Suap dan Titipan
“Daya tampung sekolah swasta lebih besar daripada sekolah negeri. Daya tampung sekolah negeri sekitar 43 persen, sisanya sekolah swasta,” tuturnya.
Atas dasar hal itu, Pemprov Jawa Barat berkomitmen untuk melibatkan sekolah swasta dalam SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Mengingat, pemprov memiliki program beasiswa bagi siswa miskin yang bersekolah di satuan pendidikan negeri maupun swasta, demi mewujudkan asas keadilan pendidikan yang akuntabel dan berintegritas. (Reza/R3/HR-Online/Editor: Eva)

17 hours ago
10

















































