harapanrakyat.com,- Puluhan warga yang mengaku sebagai korban penipuan rekrutmen tenaga kerja asal Garut, Jawa Barat, nekat melabrak kediaman pelaku yang ada di Kecamatan Cibiuk. Merak merasa dirugikan oleh seorang perempuan yang telah meminta uang pelicin agar korban bisa bekerja di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Video pendek berbagai judul penipuan rekrutmen tenaga kerja di Garut, mendadak viral di media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata puluhan warga yang ada dalam konten tersebut merupakan korban penipuan rekrutmen tenaga kerja catering dan MBG.
Baca juga: Dugaan Kasus Penipuan Rekrutmen Calon Karyawan Swasta di Garut, Satu Pelaku Berhasil Diciduk Polisi
Yang dilabrak oleh para korban adalah rumah pelaku yang berada di perumahan Mandala Cibiuk, Kecamatan Cibiuk. Mereka bahkan nyaris menjarah isi rumah pelaku karena korban telah menyetor uang pelicin agar bisa dipekerjakan oleh perempuan berinisial S.
Modus Penipuan Kerja di Dapur MBG Pakai Uang Pelicin
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin mengatakan, peristiwa puluhan warga yang mengontrog kediaman pelaku, terjadi pada Sabtu (16/5/2026) malam. Polisi segera mengamankan perempuan tersebut ke Polres Garut, karena untuk menghindari amukan massa.
“Betul, kejadian Sabtu malam, Saat itu kediaman yang bersangkutan yang ada di Cibiuk didatangi puluhan korban yang merasa tertipu rekrutmen pekerjaan. Para korban itu harus membayar administrasi (uang pelicin) agar bisa lolos seleksi kerja. Namun pekerjaan itu tak kunjung didapat oleh para korban,” kata Joko Prihatin, Senin (18/5/2026).
Joko lalu menjelaskan, selain menjanjikan bisa bekerja di catering yang dikelola pelaku, korban juga ada yang diberi harapan dapat kerja menjadi SPPG atau dapur MBG. Harapan palsu yang diberikan pelaku ternyata modus tipu-tipu, agar korban bisa terpikat ditengah sulit cari kerja.
Baca juga: Guru PPPK di Ciamis Terseret Kasus Penipuan MBG, BKPSDM: Sudah Diberhentikan Sementara, Tunggu Vonis
“Ada yang dijanjikan dapat bekerja di catering yang akan dikelola pelaku. Ada juga yang diberi harapan bisa masuk menjadi pekerja SPPG,” tambahnya.
Kini wanita berinisial S tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan yang berkelanjutan. Kerugian total para korban mencapai Rp 100 juta, karena jumlah korbanya sangat banyak. “Ada puluhan korban, jumlah total kerugian mencapai Rp 100 juta. Saat ini pelaku telah ditetapkan tersangka dan dilakukan penahanan di Polres Garut,” tutupnya. (Pikpik/R6/HR-Online)

12 hours ago
10

















































